oleh

Jatuhnya Air Mata Hidayah Muallaf

Oleh: Soetanto

(Kabiro Jawa Timur Limadetik.com)

Inspirasi – Perjalanan hidup seseorang berbeda – beda. Tidak ada yang sama. Semua adalah rahasia Allah Sang Pencipta. Demikian juga yang dialami oleh saya Soetanto Kabiro Jatim Media online Limadetik.com yang sebelumnya beragama Budha yang telah memutuskan untuk menjadi mualaf.

Melalui proses yang panjang dan lama bahkan beberapa puluh tahun untuk menjadi seorang muallaf. Melalui banyak rintangan sampai akhirnya mendapat hidayah dari sang Kuasa.

Dimulai sekitar tahun 80 an sudah ada yang mengatakan bahwa waktunya untuk menjadi seorang muslim tapi masih ragu – ragu bahkan cenderung menolak. Dengan berjalannya waktu masih tetap menolak.

Hingga pada suatu saat mendapatkan hidayah di pesantren Sirri Al-Ladunni mendapat hidayah yang luar biasa sehingga memutuskan untuk menjadi mualaf.

Dengan awalnya mengikuti pengajian Sabtu Pahing di Pesantren Sirri Al-Ladunni selama sekitar satu tahun yang terasa amat sangat menyejukkan hati, tanpa adanya suatu paksaan bahwa peserta pengajian harus agama Islam. Siapa saja bisa ikut pengajian.

Tanpa ada paksaan. Agama tidak memaksa dan yang hadir di bale wedar bukan hanya muslim tapi ada juga dari agama lain seperti dari Kristen, Budha dan Hindu.

25 Juli 2020 resmi mengucapkan ikrar untuk menjadi muslim.

Dengan ikut pengajian Sabtu Pahing di Pesantren Sirri Al-Ladunni memang beda. Terasa lebih syahdu dan merasuk ke dalam sanubari paling dalam. Sehingga terasa damai di hati. Amat sangat menyejukkan hati, tidak ada perbedaan diantara umat. Semua terasa seperti saudara. Dari sinilah hati saya terasa amat sangat terenyuh dan terpanggil untuk menjadi muslim.

Di hadapan para umat dan Gus Luqman Rahmatullah Padepokan Sunan Drajat Giri Noto Lamongan yang juga mengisi acara tersebut.

Saya di bimbing Gus IMM (Imam Mahmudi) pendiri Pesantren Sirri Al-Ladunni mengucapkan kalimat syahadat, sehingga sah menjadi muslim. Semoga dengan menjadi muslim kita semua mendapat barokah dari Allah SWT.

Gus IMM pendiri Pesantren Sirri Al-Ladunni menjelaskan, bahwa jangan pandang orang kafir tapi pandanglah Allah yang masih belum memberikan hidayah padanya.

Karenanya Hidayah itu adalah karunia Tuhan Allah SWT. Dan Sifat JallahNya Allah atau wenangNya Allah Azaa wajalla.

Belum tentu yang lama muslim di hadapan Allah menjadi kekasih sejati karena Ia merasa penuh ibadah dan saat beribadah tidak pernah ada penyesalan dosa.

Tapi sebaliknya, jika Allah berkehendak sang Muallaf menjdi KekasihNya Allah karena ia Taqwallah dalam ibadahnya selalu istiqomah dan takdhim kepada sang kholiqNya. (*)

Komentar

Berita Terkini