Scroll Untuk Membaca Artikel
Headline News

Kasus Pupuk Bersubsidi di Sumenep, Dua Terdakwa Dituntut 1 Tahun Hukuman

×

Kasus Pupuk Bersubsidi di Sumenep, Dua Terdakwa Dituntut 1 Tahun Hukuman

Sebarkan artikel ini
Kasus Pupuk Bersubsidi di Sumenep, Dua Terdakwa Dituntut 1 Tahun Hukuman
Ilustrasi

Kasus Pupuk Bersubsidi di Sumenep, Dua Terdakwa Dituntut 1 Tahun Hukuman

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Tiga tersangka penyelundupan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), masing-masing 1 tahun dan 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 100.000 subsider 1 bulan. Tuntutan tersebut merupakan tuntutan maksimal,

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Hanis Aristya Hermawan, SH.MH, mengatakan, tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah yang maksimal.

“Kita sudah tuntut maksimal, baik sopir truknya yakni Rifa’i dan Imam Handoko maupun Mohammad Wardi selaku pemilik atau pengumpul pupuk. Kalau kedua sopir ini kita tuntut 1 tahun hukuman, sedang yang Wardi tuntutannya 1 tahun 6 bulan. Dendanya sama, Rp 100.000, an subsider 1 bulan hukuman” katanya, Rabu (9/8/2023).

Menurut Kasi Pidum, kasus penyelundupan pupuk bersubsidi sebanyak 18 ton itu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep pada 13 April 2023, dan mulai disidangkan pada awal Mei 2023. Dengan menghadirkan sejumlah saksi saksi, serta pembuktian di persidangan.

“Perkara tindak pidana ekonomi, pasal 6 ayat (1) huruf b UU Darurat nomor 7 tahun 1955 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi, para tersangka tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukuman dibawah dari 5 tahun” ungkap Kasi Pidum, Hanis.

Adapun barang bukti (bb) yang disita ltambah pria kelahiran Bijononegoro itu, diantarnya, satu unit kendaraan truck Pick Up Mitsubisi Nopol AG-9869-UD, Noka MHMFE74P4FK080914, Nosin 4D34TI44747, beserta muatannya berupa 40 karung pupuk subsidi merk NPK Phonska dan 140 karung pupuk subsidi merk urea. Kemudian satu buah STNK truck Mitsubisi, Nopol AG 9869 UD, Noka MHMFE74P4FK080914, Nosin 4D34TI44747 Atas nama Moch. Khodim alamat Desa Gedangsewu Pare.

“Barang bukti (bb) pupuknya kita jadikan sebagai rampasan Negara, dan nanti akan segera dilelang setelah ada putusan tetap atau inkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sumenep. Sedangkan truknya karena milik orang lain, nanti akan kita kembalikan” pungkasnya.

× How can I help you?