BONDOWOSO, Limadetik.com — Ada pemandangan berbeda pada pelaksanaan Festival Muharram 2018 kali ini yaitu ikut sertanya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Bondowoso dalam Expo Festival.

Lapas Bondowoso mempunyai Stand Expo sendiri dengan menjual dan memamerkan beberapa hasil karya Warga Binaanya seperti halnya ukiran Kayu, Lukisan, Patung Naga dari bubur kertas, Miniatur Gerbong Maut, Gantungan Kunci dan lain sebagainya.

Lapas Bondowoso juga tampil dengan model Stand yang tidak jauh dengan kehidupan Lapas yakni Stand dengan latar belakang sel tahanan dan beberapa foto kegiatan pada waktu Bimbingan Teknologi (Bimtek) pada warga binaan.

Kasi Binadik Lapas Klas Bondowoso Kamesworo Amd.IP, SH, MH mengatakan bahwa keikutsertaan Lapas Bondowoso dalam Festival Muharram ini sebagai bukti bahwa dalam Lapas warga binaan dilatih ketrampilan sesusai keahlian tiap-tiap orangnya.

“Ini sebagai bukti bahwa didalam Lapas warga binaan dilatih semua ketrampilan sesuai dengan bidang yang bisa ditekuninya, ini semua murni dari tangan-tangan warga binaan, tidak semua hasil produknya bisa kita tampilkan disini, seperti perabotan dari kayu tidak kita bawa karena keterbatasan lokasi,” ujar Kamesworo pada Limadetik.com usai pembukaan Festival, Rabu (12/9/2018) malam.

Salah satu pengunjung Expo, Eko Priyanto warga Desa Kejawan Grujugan juga mengaku sangat kagum dengan kerajinan yang dihasilkan warga Lapas.

“Saya tidak menyangka semua ini dihasilkan oleh warga binaan mas, karena semuanya bagus-bagus, baru sekarang saya tahu kalau mereka dilatih keterampilan,” tutur Eko sambil melihat-lihat hasil Lukisan Warga binaan.

Turut mengunjungi juga Bupati Bondowoso Amin Said Husni ke Stand Lapas ini, bahkan istri Bupati sempat membeli sebuah hiasan dinding berupa burung merak hasil karya warga binaan. Sebelumnya juga waktu pembukaan Festival Bupati mendapat cindera mata sebuah Miniatur Gerbong Maut dari kayu yang diserahkan langsung oleh Kalapas Bondowoso. (budhi/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here