Khofifah Berniat Maju Pilkada, PKB: Kami Tidak Ingin Warga NU Jawa Timur Terbelah Lagi

JAKARTA, Limadetik.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan diri tengah membuka komunikasi dengan sejumlah partai politik jelang Pilkada Jawa Timur 2018. Wasekjen PKB Abdul Malik Haramain mengatakan, kemungkinan majunya Khofifah dalam perebutan kursi Jatim-1 tersebut patut ditimbang dengan bijak.

Sebelumnya Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengimbau Khofifah mengurung niatnya agar Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjadi satu-satunya tokoh NU yang diusung PKB. Cak Imin berharap warga NU tidka terpecah karena Pilgub Jatim.

“Ya, kita sudah mengusung Bu khofifah Pilgub 2008 dan 2013, kita sudah bekerja keras dan artinya ternyata hasilnya enggak masimal, kalah untuk kedua kalinya. Alangkah baiknya PKB berharap tokoh NU satu saja,” kata Malik , Kamis (10/8/2017).

Menurut Malik, hal ini amat penting untuk menjaga kekompakan dan keharmonisan warga NU yang basis utamanya di Jawa Timur.

“Juga untuk merawat kondusifitas para ulama dan masyarakat NU di Jatim. Kita sudah mengalami situasi di mana warga NU kebelah di Jatim baik pilgub 2008 maupun 2013,” katanya.

Pada Pilgub Jatim 2008, Khofifah berpasangan dengan Mudjiono melawan duet Soekarwo-Saifullah Yusuf yang menciptakan rekor Pilkada hingga tiga putaran. Lima tahun kemudian pada 2013, Soekarwo-Saifullah Yusuf kembali melawan Khofifah yang dipasangkan dengan Herman Surjadi Sumawiredja. Pada kedua Pilkada tersebut, Khofifah menuai kekalahan.

Situasi di atas, lanjut Malik, tak dikehendaki PKB untuk kembali terulang. Cukup dua kali Pilkada saja, warga NU di Jawa Timur terbelah suaranya.

“Kami tidak ingin agar lagi-lagi warga NU kebelah gara-gara persoalan politik. Hari ini situasinya sudah sengat baik. Sara saya Khofifah harus pertimbangkan saran itu, kekompakan NU, keharmonisan,” ujar Malik. (ok/rd)

Leave a Reply