https://limadetik.com/

Kinerja Bupati Sumenep dan Wakilnya Dinilai Stagnan, Pemuda Kepulauan Sapudi ini Bilang Cukup Satu Periode

Kinerja Bupati Sumenep dan Wakilnya Dinilai Stagnan, Pemuda Kepulauan Sapudi ini Bilang Cukup Satu Periode
FOTO: Supriyadi, Pemuda Kepulauan Sapudi

SUMENEP, Limadetik.com – Perhelatan politik di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah selesai di laksanakan pada tahun lalu, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep sudah satu tahun menjalankan estafet kepemimpinan dan pemerintahan di Kabupaten yang berjuluk Kota Keris itu.

Pemuda sekaligus aktivis Kepulauan Sapudi, Supriyadi mengatakan, sejauh ini kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi-Dewi Khalifah nasih belum ada perubahan yang nyata dan benar-benar menyentuh masyarakat secara umum.

limadetik branding

“Tampaknya Kabupaten Sumenep begitu stagnan di bawah Pemerintahan bapak Achmad Fauzi dan Nyai Dewi Khalifah, dengan mengusung tagline ‘Bismillah Melayani’ seakan tagline ini (Bismillah Melayani) hanya semacam bahasa konspirasi yang dibangun oleh mafia yang punya kepentingan di Kabupaten Sumenep” katanya, Kamis malam (27/1/2022).

Baca Juga :  Bupati Baddrut Tamam Sambut Baik Kehadiran Kampus Unesa di Pamekasan

Menurut Aktivis HMI Komisariat STKIP PGRI Sumenep itu, dia melihat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep masih banyak persoalan yang belum benar-benar tertangani dengan baik, sehingga tidak jarang gelombang unjuk rasa masih saja sangat aktif dilakukan.

“Saya berbicara seperti ini karena melihat dinamika dan problem yang kurang baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, mulai dari tambang galian c ilegal, Kepala Dinas Pendidikan yang kurang kualitas, guru ngaji yang dapat honor malah tidak berlanjut” ucapnya.

Baca Juga :  Pekan Kedua Ramadan, Harga Komuditas di Kepulauan Sumenep Terpantau Stabil

Tidak hanya itu lanjut dia, bahkan dari segi rekruitmen Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) yang ditengarai indikasi ada anggota partai politik warna tertentu dijadikan anggota DPKS.

“Inikan lucu ya, ketika setingkat DPKS sudah diisi orang partai, belum lagi dari segi hukum, sosial dan budaya yang kurang diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep, sehingga Sumenep sebagai Kota Keris dan Keraton yang perlu terlihat secara nyata di mata masyarakatnya, bahkan di mata dunia” ungkapnya menjelaskan.

Baca Juga :  Gelar Dialog Pariwisata, PWI Sumenep Dukung Visit 2018

Supriyadi menambahkan, hal seperti diatas, tentu perlu kemudian terobosan baru, baik di bidang, Pendidikan, Kesehatan, UMKM, dan pertanian, dan perekonomian masyarakat secara merata dan menyeluruh.

“Satu tahun lebih Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, saya punya perspektif sepertinya cukup satu periode saja, jika kemudian selama memimpin Kabupaten Sumenep hingga saat ini stagnan saja” tukasnya.

Tinggalkan Balasan