https://limadetik.com/
Tak Berkategori  

Kolaborasi Empat Pilar dan BIN Sukseskan Vaksinasi di Sumenep

Kolaborasi Empat Pilar dan BIN Sukseskan Vaksinasi di Sumenep
FOTO: Kegiatan vaksinasi di Kecamatan Prenduan Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Dalam rangka meningkatkan herd immunity masyarakat, Kolaborasi empat pilar dan Badan Intelejen Negara (BIN) sukseskan vaksinasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (13/12/2021).

Tujuan dari vaksinasi itu sendiri, jelas untuk menjaga hidup sehat agar terhindar dari virus corona 19, dengan demikian, Badan Intelejen Negara (BIN) bersama empat pilar yang ada melakukan kegiatan vaksinasi di Desa Pragaan, Kecamatan Kecamatan, Kabupaten Sumenep.

limadetik branding

Tentu hal tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat setempat, terlihat dari antusiasme masyarakat dengan mendatangi tempat vaksin di rumah kediaman Kiai Abdurrahman di Dusun Drusah Desa Pragaan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Dari pantauan media di lapangan, ada ratusan warga Dusun Drusah ketika mengikuti vaksinasi untuk “Masyarakat Indonesia Sehat, Indonesia Hebat” yang digelar oleh empat pilar di Sumenep yang bekerjasama dengan BIN mulai pukul 08.00 wib hinga selesai.

Baca Juga :  Kecamatan Jabon Menuju Zona Hijau

Kiai Abdurrahman, dalam kesempatan tersebut menuturkan, bahwa masyarakat Dusun Drusah menyadari jika vaksinasi sangat bermanfaat untuk mengurangi resiko terpapar covid-19. Apalagi saat ini sudah ada virus varian baru yang sangat berbahaya yaitu varian Omnicron. “Dan semoga virus varian baru tersebut tidak sampai ke Indonesia” katanya.

Selain itu, menurut Kiai Abdurrahman, pemberitaan yang tidak benar tentang vaksinasi lama-lama terbantahkan. Mereka-mereka yang sudah vaksin tidak ada yang sakit tetapi justeru bertambah sehat.

Hingga pukul 13.00 wib, jumlah masyarakat Dusun Drusah yang mengikuti vaksin sudah ratusan orang. Dan masih terus berlangsung.

Salah satu peserta vaksinasi meuturkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan vaksin kepadanya. Sebab dengan vaksinasi, dirinya akan berkurang resikonya dari virus covid yang mematikan.

Sementara Kadinkes Agus Mulyono MCH, menyampaikan, pihaknya terus melakukan serbuan vaksinasi, tanpa mengenal waktu dan tempat dengan melibatkan TNI-Polri serta Tokoh agama dan juga tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Musim Tanam, Persediaan Pupuk di Sumenep Aman

Kadinkes juga menyebutkan, bahwa capaian vaksinasi dosis pertama di Sumenep saat ini sudah mencapai 40,42 persen untuk umum, sedangkan untuk vaksinasi Lanjut Usia (Lansi) sudah mencapai 22 persen lebih.

Kepada masyarakat, Kadinkes H.Agus Mulyono MCH, meminta, agar tidak lagi menunda-nunda untuk melakukan vaksinasi, untuk menghindari terjadinya paparan covid-19.

“Kami terus melakukannya (vaksinasi, red) secara massif kepada masyarakat, bahkan dengan cara door to door dari rumah ke rumah warga. Semua itu untuk tetap menjaga masyarakat dari covid-19” katanya, melalui sambungan telepon pribadinya.

Adapun untuk varian baru virus corona jenis Omnicron 1.1.529, lanjut Agus, hingga saat ini masih belum sampai ke Indonesia, dan baru terdapat di Malaysia juga Singapore. Namun dirinya meminta masyarakat agar melakukan vaksinasi untuk membentengi diri dan keluarga sedini mungkin.

Baca Juga :  Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sumenep Naik 4 Persen

“Varian baru ini memang masih ada di Negara lain ya, (Malaysia dan Singapore). Tapi kita harus tetap waspada, tentu kewaspadaan tersebut harus dibarengi dengan melakukan vaksinasi bagi masyarakat kita” pintanya.

Kadinkes juga akan menggencarkan vaksinasi bagi anak-anak sekolah serta lansia, sebab keduanya (anak sekolah dan lansia) dianggap rentan terpapar covid-19.

“Kami bersama dengan empat pilar yang di Kabupaten Sumenep terus melakukan gerakan vaksinasi secara massif, bahkan kita akan menyasar anak sekolah termasuk juga lansia. Sebab, varian delta (covid) ini masih ada di Indonesia” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan vaksin di Desa Pragaan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep pertanggal 13 Desember 2021 mencapai 1047 orang vaksinasi, dengan melibatkan 32 orang vaksinator.

Tinggalkan Balasan