https://limadetik.com/

Korban Ungkap Oknum Polwan Polres Sampang, Diduga Terlibat Transaksi Penipuan Jual Beli Online

"Adik saya ini sebagai korban karena ada penekanan dari si Billy," jelasnya.

Korban Ungkap Oknum Polwan Polres Sampang, Diduga Terlibat Transaksi Penipuan Jual Beli Online
FOTO: Ilustrasi

SAMPANG, Limadetik.com РPimpinan Redaksi Media Online DetikZone.net  yang menjadi korban sindikat penipuan melalui Online hari lalu, rupanya mengungkap salah satu Oknum Polwan Polres Sampang bekingi atau terlibat dalam transaksi tersebut.

Oknum Polwan Polres Sampang tersebut diduga kuat bekingi Noval (Terlapor), Warga Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (12/03/2022) Kemarin.

limadetik branding

Hal itu dibuktikan dengan pernyataan Oknum Polwan Polres Sampang tersebut saat di ruangan Pidek yang terkesan terlapor (Noval) diakuinya adalah saudara sepupunya.

“Adik saya ini sebagai korban karena ada penekanan dari si Billy,” jelasnya.

Hal itupun memantik respon Jurnalis Sumenep sekaligus Pimpinan Redaksi salah satu Media “Kapasitasnya sebagai apa di ruangan tersebut dan ada hubungan apa dengan terlapor Noval,” tanya Pimred tersebut.

“Noval adik sepupu saya,” jawabnya.

Bahkan salah seorang petugas yang berada di ruangan Pidek tersebut juga menimpali bahwa si Noval ini adalah korban penipuan.

Baca Juga :  13 Ton Minyak Mentah di Aceh Timur Disita Polisi

Namun Igusty pria 36 tahun tersebut kembali merespon. “Apapun alasannya, seseorang yang mendukung kejahatan dengan mengungkapkan kebohongan untuk mengelabuhi orang lain, dalam membantu bertindak kejahatan wajib diproses,” tegasnya.

“Kalau orang lain diakui saudara dan melakukan persekongkolan dalam melakukan kejahatan apakah itu bukan sebuah kejahatan?” tambah.

Hal itupun kembali mendapat jawaban dari salah seorang petugas di ruangan Pidek.

“Si Noval ini sudah mendapatkan penekanan,” tuturnya.

Petugas pengintrogasi kemudian memberikan pertanyaan kepada Noval dengan alasan apa mengakui Billy sebagai saudaranya, Noval menjawab karena ada penekanan.

“Saya ditekan untuk mengakui Billy saudara saya,” jelas si Noval ketika diintrogasi.

“Dia (Noval) melakukan perbuatan seperti itu karena ditekan dan berdasarkan bukti petunjuknya pak, diintervensi untuk berbuat seperti itu,” tambah petugas pengintrogasi.

“Saya pernah menangani kasus anggota juga yang pernah ditipu persis dengan kasus seperti ini, dia (anggota) pernah menekan kita agar pemilik mobil dijadikan tersangka,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jamin Keamanan Kantor KPU Provinsi Banten, Dit Samapta Polda Banten Tingkatkan Pelayanan

Lebih jauh, petugas yang pada malam itu bertugas di ruangan Pidek tersebut memaparkan bahwa Noval sudah diremot.

“Ketika orang yang waras menyuruh dan orang yang disuruh tidak tahu perbuatannya itu bagaimana? Dia diremot, dicuci otaknya dalam artian sesuai dengan bukti chatnya,” ungkap petugas di ruangan Pidek.

Lagi lagi Pemred Media Detikzon.net (Igusty) yang merupakan korban dari transaksi jual beli online tersebut kembali memberikan jawaban kepada anggota bahwa Noval masih dalam keadaan waras.

“Noval ini waras atau tidak? Kalau masalah dia dicuci otaknya atau diremot itu tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,” timpal Igusty.

Dalam ruangan Pidek tersebut, Anggota oknum Polwan menemani Noval, sementara istri dari Igusty tidak diijinkan masuk.

“Anggota yang mengintrogasi dan anggota oknum Polwan yang mengaku sepupu dari Noval tersebut terkesan berpihak, dengan mengatakan bahwa Noval ini adalah korban, sementara petugas yang mengintrogasi menjelaskan bahwa Noval sudah dicuci otaknya,” terang Igusty.

Baca Juga :  Dewan Tolak Permohonan Pelepasan Aset Pemkab Sampang di Surabaya

Lebih jauh Igusty bertutur bahwa sebagai aparat penegak hukum, harus bisa menunjukkan kenetralannya dalam menegakkan kebenaran.

“Tidak sepatutnya, anggota Polwan ini menunjukkan keberpihakannya, bahkan ketika saya bersama istri ke Ruangan SPKT untuk membuat Laporan, okmum Polwan Polres Sampang ini mengikuti hingga terjadi percekcokan dengan istri saya.

“Oknum Polwan ini sudah menunjukkan sikap yang mengintimidasi dan merecoki. Bahkan ketika saya menuju ke ruangan SPKT untuk membuat laporan polisi masih saya mengikuti, bahkan duduk didepan saya. Padahal Kapolri, menginginkan visi misi Polri Presisi itu berjalan maksimal dan diterapkan kepada segenap masyarakat agar masyarakat mendapat pengayoman dan keadilan,” tandasnya.

Namun berbeda dengan Oknum polwan yang satu ini, kata Igusty melanjutkan. “Saya Baru menemukan oknum Polwan berlagak seperti ini. Istri Kapolri saja beradab. Apa sih pangkatnya orang yang mengaku sepupunya” tukasnya.

Tinggalkan Balasan