Scroll Untuk Membaca Artikel
Headline News

LSM Garis Menduga Mantan Kades Badur dan BPN Sumenep Lakukan “Persekongkolan”

×

LSM Garis Menduga Mantan Kades Badur dan BPN Sumenep Lakukan “Persekongkolan”

Sebarkan artikel ini
LSM Garis Menduga Mantan Kades Badur dan BPN Sumenep Lakukan "Persekongkolan"
Ketua Umum LSM Garis, Nur Hasan

LSM Garis Menduga Mantan Kades Badur dan BPN Sumenep Lakukan “Persekongkolan”

LIMADETIK.COM, SUMENEP – LSM Garis menduga ada persekongkolan mantan Kades Badur, Jamik dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas pengukuran pesisir pantai/laut di Desa Badur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Dugaan tersebut disampaikan Ketua Umum LSM Garis Kabupaten Sumenep, Nur Hasan, ia mengatakan, bahwa pada tahun 2015 Jamik yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Desa Badur telah diduga melakukan persekongkolan dengan mengukur pesisir pantai/laut bersama BPN Sumenep.

“Saya punya data lengkapnya, hanya saja belum kita beberkan saat ini, karena yang jelas Jamik sebagai Kepala Desa Badur kala itu bersama pegawai BPN telah melakukan pengukuran pesisir pantai atau pesisir laut, dan itu kita yakini untuk dikuasai sendiri atau hal lain nya” kata Ketua Umum LSM Garis, Nur Hasan kepada awak media, Senin (11/9/2023).

Tentu hal ini kata Nur Hasan, patut dicurigai sebagai upaya melawan hukum, karena tersiar kabar pengukuran pantai dimaksud untuk kepentingan tertentu, atau untuk dikuasai sendiri.

“Saya mencurigai ini (pengukuran) pesisir pantai atau laut ada kepentingan tertentu atau bisa juga untuk dikuasai sendiri, tapi nantilah kita buka data yang sebenarnya. Bahkan saya bersama tim berencana akan melaporkan dugaan ini ke Polda Jatim, tentu dengan bukti-bukti valid yang ada pada kami” terangnya.

Nur Hasan menambahkan, Kepala Desa Badur Jamik (mantan) saat itu juga telah disaksikan oleh Plt Sekretaris Desa (Sekdes) nya Herman, yang tidak lain anaknya sendiri.

“Kalau Plt Sekdes nya saja ini juga anaknya, dan dijadikan saksi saat pengukuran pantai bersama BPN, maka ini juga jelas persekongkolan nya” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep, Kresna Fitriansyah saat hendak dikonfirmasi pada pukul 10.09 Wib dan pukul 12.47 Wib di Kantornya masih belum bisa ditemui, karena padat acara.

“Bapak masih ada Ombudsman RI, belum tahu jam selesainya kapan. Kalau tadi pagi juga sampean yang kesini (BPN) masih acara copy morning dengan semua para Kasi” kata salah seorang petugas di Kantor BPN

× How can I help you?