https://limadetik.com/

Mahasiswa UMM Tuai Respon Positif dari Warga Tasikmadu Mengenai Penerapan Urban Farming

  • Bagikan
Mahasiswa UMM Tuai Respon Positif dari Warga Tasikmadu Mengenai Penerapan Urban Farming
FOTO: Mahasiswa PMM 86 UMM saat sosialisasi kepada masyarakat terkait hidroponik

MALANG, LimaDetik.Com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dengan Program Pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 10 kelompok 86, melakukan sebuah kegiatan sosial berupa penyuluhan mengenai Hidroponik sistem wek bersama warga yang berada di wilayah RW 01, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (14/06/21).

Ketua kordinator kelompok PMM 86 UMM Renaldhi Febriyanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi warga Tasikmadu di wilayah RW 01 mengenai Urban Farming tentang Hidroponik Sistem Wick. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air, tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman menggunakan nutrisi AB Mix.

https://limadetik.com/

“Dengan adanya musim pandemik COVID-19 ini, banyak masyarakat yang memiliki waktu luang di rumah dikarenakan terdapat sistem Work From Home dan sekolah sistem daring” katanya.

Mahasiswa UMM Tuai Respon Positif dari Warga Tasikmadu Mengenai Penerapan Urban Farming
FOTO; Masyarakat antusis mengikuti kegiatan mahasiswa PMM 86 UMM

Menurut Renaldhi, Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 86 berinisiatif mengajak warga RW 01 Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, untuk menanam sayuran menggunakan hidroponik wick agar tetap produktif di rumah.

“Bagi warga yang tidak mempunyai perkarangan luas tidak perlu khawatir, karena sistem hidroponik dapat dilakukan di lahan yang sempit dan terbatas” tutur Renaldhi.

Penanaman dengan sistem hidroponik lanjut Renaldhi Febriyanto, memiliki banyak kelebihan daripada penanaman dengan sistem konvensional, antara lain lebih sedikit ruang yang digunakan, sistem hidroponik dapat ditempatkan di mana saja, lebih singkat waktu tumbuh, lebih mudah penerapannya, nutrisi dapat didaur ulang atau disiram ke tanaman biasa, serta tidak adanya pestisida.

“Lahan perkotaan mulai berkurang dan kurangnya potensi pemanfaatan lahan pada daerah perkotaan, maka kami ingin berbagi ilmu yang kami dapat mengenai pemanfaatan lahan sempit dan terbatas di perkotaan dengan metode penanaman hidroponik sistem wick, agar warga daerah tersebut dapat memanfaatkan lahan sempit dan mengurangi biaya pengeluaran.” pungkasnya.

Penulis : Nabyla
Editor : Wahyu

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan