Marak Peredaran Narkoba, 4 Pemuda Kepulauan Sumenep Diringkus Polisi

SUMENEP, Limadetik.com – Kepolisian Resor Sumenep, Jawa  Timur kembali manangkan warga yang kedapatan menguasai narkoba jenis sabu. Kali ini empat pemuda kepulauan sekaligus diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keempat pemuda asal kepulauan Kangean diantaranya adalah berinisial NH (25), warga Desa Sawah Sumur, MS warga Desa Angon-Angon, MNdan SR warga Desa Duko, Kecamatan Arjasa.

Setelah berhasil menangkap NH, Polsek Kangayan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Ipda Agus Sugito di jalan PUD Dusun Bantilan, Desa Daandung Kecamatan Kangayan langsung melakukan pengembangan.

Sebab dari informasi masyarakat selama ini NH sering melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Dan dari tangan NH petugas mengamankan 0,80 gram yang disimpan dalam saku celananya dengan ditaruh dalam bungkus rokok.

“Setelah dilakukan pengembangan terhadap kasus ini, NH mengaku jika barang haram tersebut didapat dari MS. Kemudian petugas langsung melakukan penangkapan terhadap NS di PUD Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, dan dari tangan MS petugas mengamankan barang bukti (BB) berupa sebuah timbangan elektrik untuk menimbang narkoba,” terang Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Sabtu (11/8/2017)

Saat diperiksa, MS mengakui jika barang bukti (BB) dari NH merupakan milik MN warga Desa Duko, Kecamatan Arjasa. Kemudian petugas langsung mengejar MN.

Tidak lama kemudian MN langsung diamankan oleh Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Kangayan di rumahnya dalam kondisi sakau (baru menggunakan sabu-sabu, red), dan dari tangan tersangka MN petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa alat hisap berupa pipet, korek api, bong dan sedotan.

“Kemudian MN beserta barang buktinya langsung diamankan ke Polsek Kangayan,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan, MN mengakau jika narkoba jenis sabu-sabu tersebut didapat dari MR warga Desa Sumbernangka, Kecamatan Arjasa. Kemudian petugas kembali melakukan penangkapan terhadap MN dengan berpura-pura memesan barang haram tersebut, tidak lama kemudian MR mengutus SR untuk mengantarkan sabu-sabu ke rumah MN.

“Setelah SR tiba, petugas langsung menangkapnya dan berhasil menyita barang bukti (BB) berupa dua paket sabu,” ucapnya.

Didepan petugas, SR mengaku hanya bertugas mengantarkan barang haram tersebut dengan diberi upah Rp 50 ribu dari MR. Mendengar pengakuan tersebut, petugas dari Polsek Kangayan langsung melakukan penggrebekan ke rumah MR, akan tetapi saat petugas tiba di rumah MR, ternyata tersangka MR sudah melarikan diri.

“Tersangka akan dijerat pasal 114 ayat (1) Sub. Pasal 112 (1) UU Nomor 35 TH 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun,” tukasnya.

 

(Hoki/Rud)

Leave a Reply