https://limadetik.com/

Melas, Curhatan Pedagang Kaki Lima di Sumenep Bikin Ngelus Dada

  • Bagikan
IMG20200402135426 scaled

SUMENEP, Limadetik.com — Sejak Pemerintah Republik Indonesia mengumumkan merebaknya virus corona (covid-19) pada bulan lalu hingga ke setiap daerah di intruksikan untuk melakukan pencegahan penyebaran.

Tak ayal, di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sendiripun langsung melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 sesuai intruksi pemerintah, dari melarang orang-orang berkumpul, membatasi waktu buka cafe atau tempat tongkrongan di malam hari hingga membatasi warga keluar rumah (diam di rumah) termasuk meliburkan sekolah.

https://limadetik.com/

Hal ini tentunya dirasakan langsung oleh Sugiono (67) seorang pedagang kaki lima yang setiap harinya mangkal di timur taman adipura (taman bunga) Kota Sumenep, ia merasakan dampak dari virus corona ini, bagaimana tidak, pedagan Es cao ini dengan mellasnya bercerita kepada awak media yang tidak sengaja mampir membeli dagangannya.

“Sedih mas, biasanya saya jualan setiap harinya dapat Rp.100-150 rp sehari sebelum ada corona ini, tapi begitu ada intruksi pemerintah saya hanya bisa dapat jualan Rp 30-50 rp” katanya, Kamis (2/4/2020).

Pria asal Jember, Jawa Timur ini menuturkan, modal jualan yang ia jajakan setiap hari saat ini kadang tidak nutut untuk dibuat kulakan atau belanja buat dagang keesokan harinya.

“Boro-boro buat beli beras yang cukup mas, buat kulakan beli bahan-bahan es cao saja kadang pas pasan, belum lagi anak minta jajan” tuturnya dengan wajah melas.

Saat disinggung terkait bantuan dari pemerintah setempat untuk permodalannya selama ini, Sugiono berdalih jika selama ini ia tidak pernah dapat bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Saya sudah 16 tahun di Sumenep, sebelumnya jualan es lemon, sampai saat ini jualan es cao belum pernah tersentuh bantuan untuk tambahan modal, dan ini saya jalani untuk menymabung hidup bersama anak dan istri, karena saya tidak ada pekerjaan lain selain ini” terangnya pria yang sudah lanjut usia ini.

Di tengah ia mengambilkan es cao buat seorang pembeli, nanmpak terlihat Sugiono meneteskan air mata, seraya melanjutkan ceritanya dengan harapan semoga pemerintah bisa memahami penderitaan yang dihadapi dirinya dan juga pedagang kaki lima lainnya.

“Semoga saja ya mas dalam situasi seperti ini pemerintah bisa sedikit meringankan beban kami sebagai pedagang kecil, dan mudah mudahan virus corona ini segera berakhir” pungkasnya. (yd/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan