https://limadetik.com/
Tak Berkategori  

Menarik, Saat Demo Polres Sumenep, Ada Mahasiswi Pasca Sarjana UI Jadi Orator

"Perkenalkan, nama saya Diah Puspita Sari, saya adalah Ketua Umum Jaringan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dengan tegas menyampaikan, bahwa oknum Resmob Polres Sumenep, telah melakukan pembuhan dengan cara penembakan berkali-kali" katanya di hadapan peserta aksi yang dijaga ketat anggota Kepolisian, Kamis (17/3/2022).

"Perkenalkan, nama saya Diah Puspita Sari, saya adalah Ketua Umum Jaringan Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dengan tegas menyampaikan, bahwa oknum Resmob Polres Sumenep, telah melakukan pembuhan dengan cara penembakan berkali-kali" katanya di hadapan peserta aksi yang dijaga ketat anggota Kepolisin, Kamis (17/3/2022).
FOTO: Diah Puspita Sari, Mahasiswi Pasca Sarjana Universitas Indonesia

SUMENEP, Limadetik.com – Massa aksi dari gabungan Aktivis GMNI Sumenep bersama warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding menggelar unjuk rasa di Mapolres Sumenep, menuntut agar lima orang Resmob Polres Sumenep pelaku penembakan korban Herman untuk segera diberikan sanksi.

Dari sejak dimulainya aksi, sejumlah orator dari aktivis GMNI yang bergantian menyampaikan uneg-uneg hingga tuntutan mereka terhadap anak buah Kapolres Sumenep yang telah melakukan penembakan kepada korban yang menurut Polres Sumenep korban diduga begal, pada Minggu sore 13 Maret 2022.

limadetik branding

Namun pada berikutnya, tiba-tiba ada seorang cewek berkacamata naik ke mobil komandi aksi, dia lantas dengan lantang menyuarakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh oknum Resmob Polres Sumenep merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Baca Juga :  Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19, Kegiatan DPRD Sumenep Dipending

“Perkenalkan, nama saya Diah Puspita Sari, saya adalah Ketua Umum Jaringan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dengan tegas menyampaikan, bahwa oknum Resmob Polres Sumenep, telah melakukan pembuhan dengan cara penembakan berkali-kali” katanya di hadapan peserta aksi yang dijaga ketat anggota Kepolisian, Kamis (17/3/2022).

Setelah berorasi beberapa saat, Diah pun kembali bergabung bersama massa aksi, dan sempat ditemui awak media prihal keberadaannya di Sumenep, dan bergabung dalam aksi unjuk rasa di Polres Sumenep.

“Saya datang ke Sumenep dua hari yang lalu. setelah saya melihat dan mengetahui video yang beredar di media sosial, saya langsung terkejut betapa kejam dan sadisnya penembakan yang dilakukan oknum resmob Polres Sumenep terhadap saudara kita alamrhum Herman” ucapnya.

Baca Juga :  Soal Dugaan Korupsi APBDes, Polres Periksa 16 Kades di Kecamatan Arjasa

BACA JUGA: Ratusan Massa Gabungan Aktivis GMNI dan Warga Demo Polres Sumenep

Tidak sampai disitu kata perempuan berkacamata asal Depok ini, dirinya bersama sejumlah temanya langsung melakukan pengecekan ke rumah korban untuk memastikan, apakah korban benar seorang begal seperti yang dituduhkan.

“Ternyata setelah saya tiba di rumah korban, semua tetangga dan orang-orang yang ada di desa Gadu Timur tidak pernah sama sekali melakukan hal bertetangan dengan hukum. Namun yang pasti korban mengalami deperesi karena permasalah keluarga, bukan juga masalah ekonomi, sebab almarhum ini pekerja keras” ungkapnya.

Sebelumnya lanjut Diah, dirinya melihat video yang tersebar di beberapa media sosial dengan berbagai macam narasi, diantaranya “Pelaku begal ditembak Resmob Polres Sumenep”.

Baca Juga :  Cari Bibit Unggul, Pemkab Sumenep Bakal Gelar Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2019

“Kalaupun itu begal, kenapa harus ditembak sampai mati, kenapa tidak cukup dilumpuhkan saja. Jelas ini melanggar hukum kemanusiaan, sebab korban juga memiliki hak yang sama untuk tetap hidup” tandasnya.

Pihaknya kata perempuan yang sedang melakukan penilitian pergerakan perempuan di Madura ini, telah berkordinasi dengan seluruh mahasiswa pasca sarjana Universitas Indonesia untuk mengawal kasus ini hingga ke Komnas HAM jika Polres Sumenep belum juga memberikan sanksi terhadap para pelaku.

“Bukan hanya ke Kapolri, kami mahasiswa pasca sarjana UI bahkan akan membawa kasus ini ke Komnas HAM, sehingga anggota Polres Sumenep yang menjadi pelaku penembakan terhadap almarhum Herman diberikan sanksi dan masuk Peradilan” tukasnya.

Tinggalkan Balasan