https://limadetik.com/

Meningkatkan PNBP, Kajari Sumenep Proses Penjualan Langsung Barang Rampasan

Meningkatkan PNBP, Kajari Sumenep Proses Penjualan Langsung Barang Rampasan
FOTO: Barang yang akan dilelang Kejaksaan Negeri Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Untuk Meningkatkan PNBP, Kajari Sumenep Adi Tyogunawan proses penjualan langsung barang rampasan, seperti mobil dan sepeda motor serta mesin pabrik es.

Hal tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan tentang Panitia Penyelesaian Barang Rampasan Pada tanggal 4 Januari 2022, oleh Kajari Sumenep Adi Tyogunawan.

limadetik branding

Panitia ini diketuai oleh Bambang Nurdiyanto Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan. Ada 15 jenis barang rampasan yang berdasarkan putusan pengadilan telah berkekuatan hukum tetap.

“Lebih rincinya barang rampasan yang 1 perkara tindak pidana korupsi berupa mesin pabrik es, 1 unit mobil jenis pickup merk Suzuki Carry, dan 13 unit sepeda motor berbagai merek” kata Kajari Sumenep, Adi Tyogunawan, SH.MH, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga :  Pengarahan TWT di Polres Magetan, Kapolda Jatim: Pekerjaan Baik, Hasil Pasti Baik

Sesuai ketentuan Peraturan Jaksa Agung No. Per-010/A/JA/12/2021 tanggal 10 Desember 2019 tentang Pelelangan dan Penjualan langsung benda sitaan atau barang rampasan Negara atau benda sita Eksekusi dan Peraturan Menkeu No. 08/PMK.06/2018 tanggal 22 Januari 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang berasal dari penyitaan.

“Insyaallah, dalam rangka melaksanakan salah satu tugas Jaksa yaitu melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, terkait barang bukti yang oleh pengadilan diputus dirampas untuk Negara, maka saya telah menerbitkan SK TIM Penyelesaian Barang Rampasan” terangnya.

Baca Juga :  OPINI: Mewujudkan Pemuda Harapan Bangsa

Namun kata Kajari Adi Tyogunawan, sebum dilaksanakan pelelangan terhadap barang rampasan di Kejaksaan Negeri Sumenep, pihaknya telah memohon Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pamekasan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan penetapan harga limit.

Nanti, jika penilaian harganya dibawah Rp. 35 000.000, juta, maka berdasarkan 2 ketentuan di atas Kejaksaan berwenang melakukan penjualan langsung, baru saat itu masyarakat bisa melakukan pembelian terhadap barang yang dilelang.

Baca Juga :  Hampir 40 Tahun, Ribuan Hektar Tanah Tidak Digarap

“Bagi masyarakat yang berminat, dipersilakan untuk datang langsung ke Kejaksaan Negeri Sumenep setelah ada Penetapan Limit Harga dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pamekasan. Hasil penjualan langsung ini akan disetorkan langsung ke rekening penampungan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Hasil Dinas Kejaksaan” pungkasnya.

Respon (3)

Tinggalkan Balasan