umroh 12 hari

Menparekraf Sandi Siap Jadikan Keris Aeng Tong-tong Souvenir di Ajang KTT G20

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandi saat lawatan kerjanya ke Kabupaten Sumenep tepatnya ketika mengunjungi Desa Wisata Keris Aeng tong-tong, Kecamatan Saronggi.

Menparekraf Sandi Siap Jadikan Keris Aeng Tong-tong Souvenir di Ajang KTT G20
FOTO: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke Desa Wisata Keris Aeng Tong-tong di Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno siap akan menjadikan keris asal Desa Wisata Aeng Tong-tong, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebagai souvenir atau oleh-oleh bagi delegasi yang hadir dalam salah satu side event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandi saat lawatan kerjanya ke Kabupaten Sumenep tepatnya ketika mengunjungi Desa Wisata Keris Aeng tong-tong, Kecamatan Saronggi.

umroh 9 hari

Menparekraf menilai, keris di Desa Aeng tong-tong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep itu patut untuk dijadikan souvenir saat event KTT G20 yang akan dihadiri sebanyak 20 Negara nanti.

“Pembuatan keris ini butuh waktu yang tidak sebentar. Karena ada 20 negara dalam G20, jadi kita pesan 20 buah dulu untuk salah satu perhelatan G20 nanti” kata Menparekraf Sandi di Sumenep, Selasa (24/5/2022).

Untuk pembuatan sebuah keris, kata Menparekraf Sandi bercerita, bisa menghabiskan waktu selama 1-6 bulan, tergantung ukuran dan motif yang dibentuk. Normalnya, panjang keris di Pulau Madura antara 37-38 sentimeter.

“Proses pengerjaan produk kriya itu dimulai dari pemilihan besi, penempaan, lalu pembentukan bilah, kinatah atau ukir besi, warangka atau pembuatan sarung keris dari kayu, begitu informasi yang saya dapatkan dari Mpu nya” terangnya.

Baca Juga :  Ini Cara Simulasi Bayar Pajak Lewat Online ke BPPKAD Sumenep

Terakhir, lanjut dia, keris diwarangi atau dicampurkan cairan arsenikum dengan air jeruk nipis yang dicelupkan ke benda bersejarah tersebut.

“Proses pembuatan keris ini menandakan dinamika kehidupan masyarakat, bahwa kita mulai dari ditempa, diukir, dibengkok-bengkokkan, akhirnya menjadi produk yang membanggakan bagi bangsa” kata Menparekraf kembali.

Kata Menparekraf, dirinya mendorong keris Desa Wisata Aeng Tong-tong agar lebih dikenal oleh masyarakat luas terutama generasi milenial. Karena itu, produk keris diusulkan untuk ditampilkan dalam berbagai film Indonesia seperti Gundala dan Gatot Kaca.

“Oleh sebab, Kemenparekraf membawahi kriya sebagai subsektor ekonomi kreatif, kita akan membumikan keris ini agar kalangan milenial juga tertarik dengan keris. Mudah-mudahan nanti programnya dapat dikemas dalam bentuk yang lebih minimalis, agar bisa dibawa dan dijadikan souvenir,” harapnya Menparekraf.

Tinggalkan Balasan