umroh 12 hari

Modus Bisa Melipatgandakan Uang dan Emas, Pria Asal Panarukan Situbondo Diringkus Polisi Sumenep

Motif pelaku bisa melipatgandakan uang dan juga emas hingga lebih banyak

Modus Bisa Melipatgandakan Uang dan Emas, Pria Asal Panarukan Situbondo Diringkus Polisi Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Modal dusta, atau Modus bisa melipatgandakan uang dan emas, seorang pria asal Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo diringkus Polsek Batuputih, Polres Sumenep, Jawa Timur.

Penangkapan Hadi Herliyanto (42) warga asal Kabupaten Situbondo itu setelah sebelumnya diduga hendak membawa kabur uang serta perhiasan emas ratusan gram milik Fatimah, warga Desa Gedang-gedang, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep.

umroh 9 hari

“Motif pelaku bisa melipatgandakan uang dan juga emas hingga lebih banyak. Korbannya warga Desa Gedang-gedang Kecamatan Batuputih” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Jumat (9/6/2022).

Berdasarkan keterangan Fatimah dan Suaminya Parto (55) yang diceritakan Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, berawal saat korban mengeluhkan tentang kerugian yang dialaminya saat hajatan anaknya kepada pelaku Hadi Herliyanto.

Ketika mendengar keluhan korban, pelaku langsung berlagak layaknya orang pintar yang mengatakan kepada korbannya bahwa dia (pelaku, red) bisa menggadakan uang. Namun saat itu korban hanya punya uang Rp 1.900.000 (satu juta semnilan ratus ribu).

“Pelaku bilang kalau ada uang Rp 5 juta rupiah dia bisa menggandakan menjadi Rp 200 juta. Tapi korban saat itu tidak punya uang sebesar yang dimaksud dan hanya ada Rp 1 juta 900 ribu” ungkap Widi.

Muncul akal lain dalam fikiran pelaku, bahwa emas juga bisa digandakan menjadi lebih banyak lagi, sehingga korban mengeluarkan sejumlah perhiasan emas miliknya yang beratnya lebih dari 100 Gram.

“Karena percaya, dan korban ini sudah tergiur dengan bualan pelaku, korban langsung mengeluarkan perhiasan emas miliknya, mulai dari gelang, kalung hingga cincin yang total beratnya lebih dari 100 gram. Pelaku juga minta disediakan pepaya dan kaleng Khong Guan untuk penyimpanan uang” terangnya.

Mantan Kapolsek Kota Sumenep itu melanjutkan, setelah semua yang diminta pelaku ada, lantas dia meminta korbannya untuk menyediakan satu kamar kosong di rumah mangsanya dengan kunci harus dipegang pelaku karena orang lain tidak di izinkan masuk selain dirinya.

“Namun sehari setelahnya, dimana permintaan untuk menyediakan uang dan emas untuk dilipatgandakan terjadi pada Kamis 9 Juni 2022 siang sekira jam 14.00. Dan ke esokan harinya tepatnya Jumat 10 Juni, jam 13.00 Wib pelaku ini minta antar ke suami korban ke Manding” tuturnya.

Baca Juga :  Tujuh Hari Dibuka, Pendaftar Bacaleg di KPU Sumenep Nihil

Saat pergi, istri korban mengecek ke dalam kamar yang dipakai pelaku menyimpan uang dan perhiasan emasnya sekaligus tempat pelaku tidur selama semalam dan ternyata semua uang dan emas tidak ada, yang tersisa hanya pepaya dan kaleng biskui kosong.

“Ketika berjalan baru sekitar 500 meter, istri korban langsung lari mengejar pelaku yang hendak minta antar ke Manding. Saat ditanya uang dan emas milik korban, pelaku berkilah tidak ada. Lantas dilakukan penggeledahan seluruh badan korban, akhirnya semuanya ditemukan dalam kantong celana pelaku” katanya.

Merasa ditipu oleh pelaku, korban pun langsung menggiringnya ke Balai Desa Gedang gedang untuk menghindari amukan massa. “Korban bersama istrinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Batuputih” tukasnya.

Berikut barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku, enam buah gelang emas model kolongan berat 70 Gram. Satu buah kalung emas model rantai berat 18 Gram. Satu buah kalung emas model rantai dan liontinnya model bintang daun berat lk 26 Gram. Satu buah cincin emas model bunga mawar berat 7 Gram. Satu buah cincin model rumah padang berat 4 Gram, satu buah cincin emas model ular berat 2 gram. Dan Uang tunai sebesar Rp. 1 juta 900 ribu. Kemudian dutambah satu buah kaleng merk Khong Guan Biscuits serta satu buah pepaya setengah matang yang dibelah.

Tinggalkan Balasan