PAMEKASAN, Limadetik.com – Nasib naas menimpa Muhebbi (45) tahun, warga Dusun Gunung Kenek Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Ia tewas dengan kondisi mengenaskan setelah bom rakitan (Bondet) atau bahan peledak yang dirangkai untuk menghancurkan batu meledak saat di pegang korban, Rabu (29/01/2019) sekitar pukul 10.00.

Korban yang berniat memecah batu untuk material bangunan dengan menggunakan bahan peledak meninggal dunia dengan kondisi wajah hancur dan sebagian tubuh lainnya luka – luka bakar.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo melalui Kapolsek Pakong, AKP Tarsun membenarkan kejadian tersebut.

“Pada saat terjadi ledakan mengenai korban, bahan peledak masih di pegang oleh korban, yang mengakibatkan luka luka bakar dibagian tangan kanan dan tangan kiri, wajah hancur, kemudian korban dibawa ke Puskesmas Pakong untuk dilakukan visum,” kata dia menjelaskan.

Lokasi kejadian berada di atas bukit tambang batu, sekitar 15 kilometer ke arah utara kota Pamekasan.

Dijelaskan, Muhebbi langsung meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi luka bakar pada bagian tangan, wajah dan pahanya.

“Entah mengapa secara tiba-tiba bondet itu meledak terlebih dahulu. Dugaannya sementara ada sambungan kabel yang rusak,” ujar AKP Tarsun.

Kasus ledakan bondet di lokasi penambangan batu itu pertama kali diketahui warga setempat. Mereka sempat mendengar suara ledakan keras dan teriakan dari balik bukit.

Warga selanjutnya mendatangi suara keras itu. Setelah diketahui, ternyata korban sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kejadian itu selanjutnya dilaporkan warga ke aparat desa setempat dan aparat desa melaporkan kejadian itu Mapolsek Pakong dan Koramil Pakong.

Aparat kepolisian bersama TNI dan masyarakat langsung mengevaluasi korban yang sudah meninggal dunia untuk kemudian dibawa ke Puskesmas.

Belum diketahui secara pasti penyebab utama terjadinya ledakan bom bondet tersebut. Saat ini petugas di lapangan masih mencari tahu penyebab bom bondet tersebut meledak. (arif/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here