Ratusan Nelayan Talango Luruk DPRD Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Ratusan nelayan dari Kecamatan Talango, meluruk Kantor DPRD Sumenep, Jawa Timur, Senin (7/5/2018).

Kedatangan mereka meminta agar tidak ada lagi nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan “Sarkak”. Alat tangkap ini dianggap merugikan nelayan lain.

Sarkak merupakan alat tangkap ikan tradisional yang terbuat dari besi dan juga jaring. Alat tangkap ini diyakini merusak ekosistem laut.

“Nelayan sarkak merusak terumbu karang dan ekosistem laut. Termasuk mempengarui hasil tangkapan ikan nelayan yang lain,” kata salah satu nelayan, Hosni (43).

Sebab, alat tangkap ini mampu menangkap tidak hanya ikan yang sudah layak ditangkap. Bibit ikan yang masih kecil pun tertangkap. Sehingga apabila dibiarkan, maka perkembangbiakan ikan akan terganggu.

“Disamping itu, kedatangan kami supaya dibantu menyelesaikan persoalan ini. Karena apabila dibiarkan persoalan antar nelayan yang berujung terhadap hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi,” tegasnya.

Dari pantauan limadetik.com, perwakilan nelayan langsung diminta masuk ke ruangan Komisi II DPRD Sumenep. Mereka ditemui Ketua Komisi II Nurus Salam, Pol Airut Polres setempat dan juga perwakilan dari Dinas Perikanan. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here