Nenek Hidup Sebatang Kara tak Dapat Bantuan, Ini Kata DPRD Sumenep

Nenek Jahlea Bartetal

SUMENEP, Limadetik.com – Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Jawa Timur, Suroyo akhirnya angkat bicara. Pasalnya, Jahlea Bartetal (72) warga Desa Dasuk Barat, Kecamatan Dasuk, tidak dapat bantuan kesejahteraan dari pemerintah setelah adanya perubahan sistem. (BacaIni Kisah Nenek Renta Korban Perubahan Sistem Kartu Sejahtera di Sumenep)

Nenek yang kini hidupnya mengharukan dan tinggal seorang diri semakin berat menjalani hidup. Bayangkan, untuk bisa makan saja dibantu para tetangganya yang dermawan setelah tidak lagi mendapat bantuan Rp 1 juta per tahun dari pemerintah.

Bantuan yang cukup meringankan beban hidupnya terputus sejak pergantian kartu perlindungan sosial (KPS) kekartu keluarga sejahtera (KKS). Sejak itu nenek Jahlea tidak masuk dalam daftar.

“Pemerintah desa mulai dari tingkat RT hingga Kepala Desa harus lebih aktif. Warganya yang sebelumnya dapat, pada saat perubahan sistem harus dicek lagi. Supaya tidak sampai ada warga yang semestinya dapat malah tidak mendapatkan seperti kasus ini,” kata Suroyo, Kamis (10/8/2017).

Disamping itu, sambung Politisi Gerindra, Dinas Sosial juga harus selektif dalam melakukan pendataan. Jangan sampai ada warga yang harus mendapatkan bantuan, malah tidak mendapatkan.

“Ya harus selektif dan jeli dalam mendata. Jangan sampai yang mampu mendapatkan bantuan sedangkan yang benar-benar miskin, tidak mendapatkan. Ini kan kebalik namanya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumenep, Akh Aminullah belum bisa ditemui. ” Masih ada rapat mas. Bapak belum bisa ditemui,” kata stafnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, nenek tersebut tidak pernah mendapatkan bantuan lagi sejak adanya perubahan. Waktu masih belum ada perubahan dari kartu KPS ke kartu KKS, nenek itu Bisa dapat bantuan satu juta rupiah turun dua kali dalam setahun.

“Meskipun hanya satu juta per tahun, tapi cukup membantu meringankan beban hidupku,” katanya.

(hoki/rud)

2 KOMENTAR

Leave a Reply