PAMEKASAN, Limadetik.com — Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam berupaya untuk mewujudkan Basis Data Terpadu (BDT) yang bakal dijadikan sebagai rujukan dalam setiap program yang digagas instansi masing-masing.

Sebab, pihaknya menilai sebagian data di setiap program Pemkab Pamekasan, terbilang belum valid dan dibutuhkan validitas data terpadu, salah satunya data kemiskinan di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Kondisi tersebut mengakibatkan banyaknya program pemerintah, khususnya program yang berkenan dengan kondisi sosial masyarakat justru dikeluhkan, karena dinilai tidak tepat sasaran.

“Data itu penting untuk menjadi dasar dalam setiap pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan, adanya data terpadu nantinya akan menjadi sangat penting dalam merealisasikan program pembangunan,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Senin (16/12/2019).

Guna memeksimalkan validasi pendataan, pihaknya berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk mengadakan Pusat BDT di Pamekasan. “Target pertengahan 2020 terealisasi, kita sedang bangun tempatnya. Sehingga nanti jelas,” tegasnya.

“Dari itu, kedepan kita akan instruksikan para Aparatur Sipil Negera (ASN) di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah), agar bisa bekerja terukur dan terarah,” jelas bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Dengan demikian pihaknya berharap berbagai program yang digagas Pemkab Pamekasan, terealisasi sesuai dengan data yang valid dan tentunya berpihak kepada masyarakat.

“Kami mau bekerja dengan road map yang jelas, ukuran yang jelas, target yang jelas, semua harus jelas dan kita tidak bisa bekerja dengan cara yang tidak jelas. Sehingga program pemerintah terukur dan tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fathol Arifin

Editor   : Yd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here