SAMPANG, limadetik.com Anggota DPRD Kabupaten Sampang Amin Arif Tirtana menganggap terpuruknya angka partisipasi SMA sederajat di Kabupaten Sampang se Jawa Timur tidak semuanya karena faktor ketidak inginan lulusan SMP untuk melanjutkan kepada jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA sederajat.

Amin Arif Tirtana melihat ada dua faktor rendahnya partisipasi pendidikan SMA sederajat di Kabupaten Sampang. Faktor pertama adalah keinginan lulusan SMP yang memilih untuk bekerja dan faktor kedua melanjutkan sekolah atau mondok di luar Sampang.

“Rendahnya bukan berarti tidak bersekolah, tapi sekolahnya di luar, kebiasaan masyarakat sampang ini ketika lulus SMP kebiasaanya itu melanjutkan ke pondok pesantren di luar” terang Amin melalui telepon seluler, Kamis (22/08/2019)

Menurut Amin, kesiapan kelembagaan sudah cukup yang ada di Kabupaten Sampang baik yang Negeri maupun yang dikelola oleh masyarakat atau swasta.

Amin menjelaskan yang perlu diberikan pemahaman lebih kepada masyarakat yang notabenenya lulus SMP memilih tinggal di rumah, yang memilih bekerja dan tidak melanjutkan pondok pesantren atau ke jenjang lebih tinggi baik di Sampang ataupun ke luar Sampang.

“Jangan dipekerjaan dulu jadi diusahakan untuk melanjutkan ke SMA/SLTA” pinta Amin.

Disinggung soal rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat sampang terhadap lembaga pendidikan SMA sederajat yang terdapat di Kabupaten Sampang, Amin membantah bahwa masyarakat yang memilih pendidikan SMA di pondok pesantren di luar Sampang karena faktor keterikatan emosional dari orang tua anak didiknya dengan pondok pesantren di luar sampang.

“Kalau mondok ini bukan pada tatanan bagus tidaknya pondok pesantren, tetapi satu keterkaitan ikatan mulai dari dulu-dulunya dari bapaknya embahnya atau tetangganya yang bisa menjadi daya tarik untuk sekolah dipondok pesantren di luar sampang.” jelasnya

Tambah Amin, Pekerjaan Rumah (PR) yang perlu di kerjakan ke depan bagaimana anak didik yang telah lulus SMP yang memilih ada di rumahnya tidak sekolah dan yang memilih untuk bekerja perlu dilakukan pendataan dan pemetaan dan menghadirkan Pemerintah Daerah untuk mencari faktor apa yang perlu Pemerintah Kabupaten lakukan.

“Melalui OPD pendidikan dan Provinsi hadir supaya masyarakat mau mendorong putra putrinya untuk terus melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi” pungkasnya. (zmn/yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here