Oleh : Alifabrian Siska Almenia Affenti
Mahasiswa : Universitas Islam Malang
Fakultas : Ilmu Administrasi
Prodi : Administrasi Bisnis

Pengertian Pancasila sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh,sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Suatu kesatuan bagian-bagian
2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri
3. Saling berhubungan, saling ketergantungan
4. Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan sistem)
5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore dan Voich, 1974:22)
Maka dasar filsafat negara Pancasila adalah suatu kesatuan yang bersifat majemuk tunggal (jamak satu).

Pancasila pada hakikatnya merupakan sistem, bahwa bagian-bagian dan sila-silanya saling berhubungan secara erat sehingga membetuk suatu struktur yang menyeluruh.

Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat
Secara filosofis Pancasila sebagai suatu kesatuan system filsafat memiliki, dasar ontologis, dasar epistemologis, dan dasar aksiologis. Berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya materialisme, pragmatisme, komunisme, idealisme dan lain paham filsafat di dunia.

1. Dasar Ontologis Sila-Sila Pancasila
Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak monopluralis, oleh karena itu hakikat dasar ini juga disebut sebagai dasar antropologis.Subyek pendukung pokok sila-sila Pancasila adalah manusia.

2. Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila
Dasar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya Pancasila sebagai suatu idiologi bersumber pada nila-nilai dasarnya yaitu filsafat Pancasila (Soeryanto, 1991:32).

3. Dasar Aksiologis Sila-Sila Pancasila
Dasar aksiologis sila-sila pancasila yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang merupakan suatu kesatuan. Pada hakikatnya segala sesuatu itu bernilai.

Menurut Notonagoro nilai-nilai dikelompokkan:
1. Nilai Material
2. Nilai Vital
3. Nilai Kerokhanian, dibedakan menjadi empat:
a. Nilai kebenaran
b. Nilai keindahan
c. Nilai kebaikan
d. Nilai religious

D. Pancasila sebagai Nilai Dasar Fundamental bagi Bangsa dan Negara

1. Dasar Filosofis
Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang bersifat sistematis.Oleh karena itu sila-sila Pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat, hirarkhis dan sistematis.Dalam pengertian itu maka Pancasila merupakan suatu sistem filsafat sehingga kelima silanya memiliki esensi makna yang utuh.

2. Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Nilai Fundamental Negara
Nilai-nilai Pancasila terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 secara yuridis memiliki kedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental.Adapun Pembukaan UUD 1945 yang didalamnya memuat nilai-nilai Pancasila mengandung empat pokok pikiran yang merupakan derivasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Pokok pikiran pertama menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara persatuan, yaitu negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mengatasi segala paham golongan maupun perseorangan.Hal ini merupakan penjabaran sila ketiga.

Pokok pikiran kedua menyatakan bahwa negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Dalam hal ini negara berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.Pokok pikiran ini adalah penjabaran dari sila kelima.

Pokok pikiran ketiga menyatakan bahwa negara berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan.Pokok pikiran ini menunjukkan bahwa negara Indonesia demokrasi, yaitu kedaulatan ditangan rakyat.Hal ini sesuai dengan sila keempat.

Pokok pikiran keempat menyatakan bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.Pokok pikiran ini sebagai penjabaran dari sila pertama dan kedua.

Pokok pikiran kelima Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan, baik materiil maupun spiritual.Seluruh rakyat Indonesia berarti untuk setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia.

K. Penilaian
a. Keunggulan :

Keunggulan dari buku Pendidikan Pancasila ini adalah mampu menjelaskan apa pengertian pancasila dari masa zaman kerajaan sampai kemerdekaan tujuan,fungsi,penerapan dan nilai moral yang terkandung dalam kehidupan pribadi manusia. Penjelasannya dan bahasanya mudah di pahami. Bahasanya meskipun baku tetapi tidak membingungkan pembaca.

b. Kelemahan :

Dalam buku Pancasila ini terlalu simple untuk penjelasannya, bias dibilang seperti rangkuman saja. Tetapi di setiap bab tidak ada rangkumannya.

L. Penutup
Demikian resensi buku pendidikan pancasila berdasarkan penilaian agar buku Pancasila tersebut lebih di detailkan lagi untuk penjelasannya. Agar mahasiswa hanya berpedoman dengan buku Pancasila tersebut saja tanpa membuka google.

IDENTITAS BUKU
a. Judul : Pendidikan Pancasila
b. Penyunting : HAYAT
H. SURATMAN
c. Kota terbit : MALANG
d. Penerbit : BASKARA MEDIA
e. Tahun terbit : 2018
f. Cetakan : Pertama ,Juli 2018
g. Ukuran : 15 x 23 cm
h. Tebal buku : 328 hlm.
i. Harga Buku : Rp 42.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here