Jenis beras untuk BPNT beras Premium

SUMENEP, limadetik.com — Rencana pemerintah pusat melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menggantikan program Bantuan Sosial Beras Rakyat Sejahtera (Bansos Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terus berjalan, tak terkcuali di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada bulan September 2019 nanti program BPNT sudah dimulai.

Menanggapi hal tersebut, beragam pendapat dan harapan datangnya dari masyarakat di Sumenep khususnya masyarakat di kepulauan, seperti yang disampaikan Moh. Syafi’i salah satu warga asal Kecamatan Sapeken meminta dan berharap kepada pemerintah agar program tersebut benar-benar tepat sasaran.

“Kalau soal pindah program ke BPNT kami masyarakat penerima dan menyambut baik hal ini. Tapi yang terpenting programnya tepat sasaran, dan tepat waktu, tidak lagi seperti program Bansos Rastra yang kadang bagian orang miskin juga masih harus dibagi lagi dengan yang lainnya” kata warga Sapeken ini saat dihubungi melalui via Telepon genggamnya, Rabu (24/7/2019).

Menurut Syafi’i, pada program Bansos Rastra yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini masih banyak meninggalkan masalah di bawah khususnya, baik cara penyalurannya ataupun kurang tepatnya pendataan oleh pemerintah desa masing-masing yang pada akhirnya Bansos Rastra itu sendiri ikut dinikmati oleh orang yang tidak layak menerima.

“Kita tidak mau persoalan BPNT ini nanti akan sama saja dengan Bansos Rastra yang pendataannya di bawah justru masih banyak ikut dinikmati mereka yang ekinominya masih punya kendaraan roda 2, di rumahnya hampir semua anak-anaknya pegang handphone yang bagus-bagus. Inikan lucu jadinya, dan itu banyak terjadi di bawah” urainya.

Selain itu, menurut Syafi’i program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini harus terlebih dahulu di sosialisasikan ke masyarakat penerima manfaat, sebab sudah pasti kepulauan itu akan mengalami sedikit kesulitan terkait mesin ATM untuk kartu yang nantinya akan digunakan belanja oleh penerima di masing-masing e-Warung yang sudah di tentukan.

“Pastinya kita berharap pemerinrah daerah hingga pemerintah desa untuk segera melakukan sosialisasi kepada penerima manfaat terkait penggunaan kartu BPNT itu nanti seperti apa, sebab program ini pada bulan September 2019 sudah direalisasikan. Jadi pemerintah jangan tanggung-tanggung lah bantu Bulog untuk segera turun merealisasikan bantuan dimaksud” jelas Syafi’i dengan tegas.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Subdivre Bulog Madura Ari Hardiono menegaskan kesiapan pihaknya dalam program BPNT yang akan segera dimulai di Kabupaten Sumenep pada bulan September yang akan datang. Menurut Ari, kesiapan Bulog Madura dibuktikan dengan sudah di launching nya program BPNT untuk tiga Kabupaten di Madura, seperti Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

“Kita kapan saja siap menjalankan program BPNT di Sumenep, karena memang hanya tinggal Kabupaten Sumenep saja yang belum beralih dari Bansos Rastra ke BPNT, untuk daerah lain di Madura Insya Allah sudah clear semua. Dan penyaluran Bansos Rastra di Sumenep terakhir bulan Agustus nanti, setelah itu ya kita beralih ke BPNT tadi” pungkasnya. (yd/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here