Pj Kades Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken Moh.Sapuli S.Pd.I

SUMENEP, limadetik.com — Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan di mulai awal September 2019. Program BPNT ini sebelum nya diberikan tunai berupa Bantuan Sosial Beras Rakyat Sejahtera (Bansos Rastra) oleh pemerintah dalam hal ini Bulog.

Menanggapi hal tersebut di atas, Pj Kades Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Moh.Sapuli, S.Pd.I melalui telepon genggamnya kepada media ini mengatakan bahwa BPNT ini merupakan tantangan baru bagi pihaknya untuk lebih hati-hati dalam menjalankannya di tengah masyarakat yang masih kurang faham terhadap apa yang akan diluncurkan pemerintah.

“Tentunya dengan program BPNT ini kami atas nama pemerintah Desa Tanjung Kiaok menyambut baik terhadap niat pemerintah dalam hal ini Dinsos dan Bulog yang nanti akan direalisilasikan pada bulan September akan datang” katanya, Senin (29/7/2019).

Saat disinggung terkait jumlah masyarkat penerima manfaat apakah ada penambahan kuota atau tetap saja seperti saat program Bansos Rastra Sapuli sapaan akrabnya menyatakan jika selama ini jumlah penerika Bansos Rastra di Desa nya hanya sekitar 336 orang penerima manfaat.

“Untuk di program BPNT ini kami telah mengajukan jumlah penerima sebanyak 700 orang lebih, namun yang disetujui oleh pihak Dinsos hanya 535 orang penerima manfaat. Sedangkan untuk Bansos Rastra sendiri penerima manfaat hanya sekitat 336 orang, itu sudah berjalan 4 tahun terakhir” terang Sekdes yang menjabat Pj Kades Tanjung Kiaok saat ini.

Menurut Sapuli, seharusnya di Desa Tanjung Kiaok penerima manfaat sudah sejak dulu sejajar dengan Desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Sapeken yang notabene nya jumlah penduduknya relatif sama.

“Kalau melihat dari jumlah penduduk yang ada di Desa Tanjung Kiaok yang hampir saka jumlah penduduknya dengan Desa-desa lain di Kecamatan Sapeken, seharusnya jumlah penerima manfaat yang kami ajukan juga diakomudir sama dengan Desa lain yang menerima lebih banyak dari Desa Tanjung Kiaok” urainya.

Sementara itu, saat ditanya terkait kesiapan Desa nya dalam program BPNT tersebut dirinya menegakas tetap siap dan selalu mengikuti juknis dari pemerinrah daerah serta juknis dari Bulog.

“Jika terkait kesiapan untuk program BPNT nanti, pastinya kami harus siap dan akan selalu mengikuti petunjuk serta arahan dari pihak pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinsos juga pihak Bulog. Sebab semua tehnik nya yang tahu saat ini hanya Bulog dan Dinsos setempat” pungkasnya. (yd/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here