SAMPANG, limadetik.com — Dinas Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang mengeluarkan Surat Perihal penarikan iuran/sumbangan yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SMA, SMK dan PK-PLK Negeri dan Swasta Wilayah Kabupaten Sampang. Surat tersebut bernomor 421/1033/101.6.29/2019.

Dalam surat tersebut di jelaskan supaya pihak sekolah diharapkan bisa dan mampu memaksimalkan pembiayaan pendidikan yang bersumber dari dana BOS, BPOPP dan bantuan pemerintah lainnya secara efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.

Saat di Konfirmasi langsung, Assyari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang mengatakan, alasan dikeluarkannya surat tersebut agar tidak memberatkan para orang tua siswa dan sekolah benar-benar memaksimalkan sumber dana dari Pemerintah yng telah ada.

“Di dalam sekolah supaya kondusif, karena di dalam banyak heterogen, karena orang tua siswa itu ada yang mampu, tidak mampu, ada berani, ada takut. Keberatan tapi gak berani bicara, lebih berani bicara sama media, sama LSM tahu-tahu meledak, dari pada begitu sudah ngapain” ujar Assyari di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang, Selasa (01/10/2019) kemarin.

Saat disinggung apabila ada orang tua siswa yang sukarela menyumbang pada sekolah anaknya, Assyari menerangkan bila sukarela tidak ada paksaan, tidak ada yang mengkoordinir, tidak ada pake surat-surat Komite atau apa, tidak ada kesepakatan.

“Yang nyumbang-nyumbang, ngak nyumbang ya ngak nyumbang. Pemerintah sudah ngasi BOS, ngasi DAK, ngasi BPOPP.” kata Assyari

Kebijakan yang dikeluarkan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang tersebut menurut Assyari hanya berlaku terhadap pada Sekolah yang Negeri.

“Kalau swasta tidak mendalihkan mas, itukan urusan yayasan, apalagi yayasannya pondok pesantren ngapain saya nyegah-nyegah, yang saya kwatirkan itu yang Negeri, karena media, LSM biasa berani sama ke yang Negeri, kalau sama kyai gak berani sama kyai. Kalau media LSM itu berani sama yang Negeri, ngantem-ngantemi.” jelas mantan Ketua STKIP PGRI Sumenep ini

Dalam penjelasnya Assyari menilai LSM dan Media terhadap Sekolah yang Negeri “Ngubek”.

“Itu fakta di lapangan, temen-temen LSM media itu kalau sama yang Negeri “Ngubek”, gak boleh ada yang ngeluh sedikit ngubek, saya ingin mengkodusifkan lembaga itu tanggung jawab saya, ketimbang sekolah “ebek-obek” udah adanya begitu saya. Hilangkan sekecil apapun peluang untuk di salah salahin, lebih baik adanya. Kalau yang swasta terserah, karena yang Negeri kyainya saya” pungkas Assyari. (zmn/yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here