Suasana pendemo saat aksi di depan Pemkab Bondoso

BONDOWOSO, limadetik.com — Sejumlah pendemo yang mengikuti aksi demo damai di depan Kantor Pemkab Bondowoso, mengaku dibayar sekitar Rp. 50ribu untuk mengikuti demo yang menuntut pencopotan Sekretaris Daerah Syaifullah.

Bahkan ada pendemo yang mengaku tak paham betul apa yang tengah didemo, seperti disampaikan oleh, INR (59) warga Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, mengaku hanya mengetahui bahwa yang didemo adalah Sekretaris Daerah yang dinilai tak benar.

“Kita ini demo pak sekda, Iya, ini pak Sekda yang didemo. Pak Sekda tak benar. Tak tahu, pokok tidak benar” katanya polos.

Sementara itu, JS (50) warga Kecamatan Pujer, mengaku, mendapat uang Rp 50ribu untuk mengikuti aksi demo itu. Bahkan, dirinya menceritakan bahwa dari uang tersebut Rp 10ribu diantaranya digunakan untuk membeli bensin.

“Dapat uang 50, beli Bensin 10 ada sisanya. Katanya juga ada yang dapt 20ribu. Ini yang bagikan orang rumah” katanya dalam bahasa Madura.

Senada disampaikan oleh, HL (40) warga Kecamatan Sukosari yang mengaku hanya ikut-ikutan demo karena diajak saudara.

“Saya diajak saudara, tak tahu bilangnya di sini, ikut kompak,” pungkasnya.

Untuk informasi, sekitar 500 warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Bondowoso, melakukan aksi demo menuntut Sekda Syaifullah diturunkan, di depan Kantor Bupati, Kamis (16/1/2020).

Peserta demo membentangkan spanduk sekitar 15 meter, bertuliskan ‘Pecat Sekda Syafullah’, dan beberapa tulisan seperti ‘Sekda orang kosong pecat’, ‘lindungi bupati pecat Sekda’ dan lain-lain. (budhi/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here