BONDOWOSO, Limadetik.com — Pengurus Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Kabupaten Bondowoso menggelar Sekolah Kader Kopri (SKK) III bertempat di Aula SKB Badean Bondowoso, Kamis (20/2/2020).

Kegiatan SKK III yang mengambil tema “Optimalisasi Peran Perempuan Dalam Ranah Publik dan Donestik” akan digelar selama tiga hari sejak 20-23 Februari 2020.

Ketua Kopri PC PMII Bondowoso, Widadah Fatimatus Zahroh mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar kaum perempuan remaja di Bondowoso bisa ikut berperan optimal.

“Bondowoso ini merupakan kota nomor dua tertinggi pernikahan dini setelah Pamekasan, budaya patriarti di Bondowoso yang sangat kental. Dan sesuatunya masih kendala dengan izin orang tua atau budaya yang masih tidak membolehkan perempuan berproses lebih lama apalagi melebihi dari jenjang kuliah” kata Widadah saat ditemui Limadetik.com.

Hal ini juga diutarakan Dini Adhiyati, Ketua Kopri PC PMII Jatim, Kopri harus bisa siap berkomitmen pada tiap lini.

“Saya tadi menekankan bagaimaba peran sebenarnya Kopri, tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas dan komitmen kita untuk benar-benar ada di setiap lini atau leading sektor yang ada, makanya saya berharap dari SKK III yang diadakan Cabang Bondowoso ini bisa menghadirkan atau melahirkan lagi kader kader putri yang progres yang siap tarung, baik di Bondowoso sendiri, Provinsi dan juga di Skala Nasional” kata Dini.

Dirinya juga menjelaskan, beberapa tahun ini Bondowoso masih dalam tahap terus perbaikan.

“Harapan saya ini bisa menjadi satu langkah yang pasti dan implementasinya tidak lagi berbicara tentang teori tapi implementasi strategi bagaimana yang harus dilakukan oleh kader kader putri khususnya di Bondowoso ini bisa berkiprah di segala bidang” tambahnya.

Sementara menurut H. Syaiful Bahri Husnan, Ketua Mabincab PMII Bondowoso, SKK Kopri ini bisa lebih terlihat, jangan bersifat teori.

“Saya sangat mendukung acara seperti ini selalu diadakan, tapi outputnya harus lebih terlihat, jangan hanya berkaitan pada yang sifatnya teori. Harapan saya Kopri Bondowoso lebih mengimbangi dengan aksi nyata, kita krisis perempuan yang bisa didistribusikan dibanyak posisi. Makanya ayo lebih serius berproses memulai kegiatan, karena kalau lambat, maka lambat juga nanti menetik hasilnya” kata Pria yang akrab disapa Gus Syef ini.

Ditanya tentang kesetaraan Gender, Gus Syef menjelaskan bahwa regulasi tentang itu sudah sangat mendukung.

“Itu tinggal bagaimana kesiapan sahabat-sahabat Kopri sendiri dalam menjalani proses, dan harus diperkuat dan dipupuk sehingga kemampuan diranah publik maupun regional lebih siap, saya menunggu kiprah sahabat Kopri Bondowoso dimasa mendatang” punkasnya pada Limadetik.com. (budhi/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here