Kanan, Ketua Fraksi PKB bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan (foto@ Wahyudi)

BANGKALAN, Limadetik.com – Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bangkalan Muhammad Hotib menyoroti kelangkaan masker dan hand sanitizer di tengah mewabah nya Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam hal ini Tim Satgas Percepatan penanganan Covid-19 sampai hari ini belum melakukan langkah konkrit menyikapi kelangkaan tersebut.

Anggota Komisi A itu juga meminta Bupati Bangkalan memberikan kewenangan khusus Pada Dinas Kesehatan Bangkalan atau dinas Perdagangan untuk melakukan pemesanan dan penjualan satu pintu alat kesehatan.

“Kesiapsiagaan kita menghadapi wabah covid-19 utamanya masker, hand sanitizer, hari ini masyarakat ingin membeli dua barang sangat kesulitan,” terangnya, Rabu (25/03/2020).

Menurutnya, Pemerintah daerah harus mengontrol penuh arus distribusi masker dan hand sanitizer, sebab Pemerintah pusat telah menetapkan izin impor alat kesehatan untuk keperluan penanganan virus corona diproses satu pintu melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Karena di pusat sudah mengambil kebijakan itu, apa salahnya jika Dinas kesehatan atau BPBD juga mengontrol penuh distribusi masker dan hand sanitizer selama pandemi covid-19 terjadi, Karena prinsip nya mencegah lebih baik dari pada mengobati,” paparnya.

Sebelumnya pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp.5 miliar. Anggaran itu rencananya akan dibagi di dua bidang sektor kesehatan, yaitu di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan yang menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien virus corona.

Anggaran sebesar itu sendiri, rencananya akan digunakan sebagai antisipasi mewabahnya covid-19. Termasuk penyemprotan disfentisektan, hand sanitazer, masker dan juga termasuk alat pengukur suhu.

“Untuk hal tersebut, tepat kiranya apabila anggaran tidak terus digunakan pada upaya kesiapsiagaan pencegahan covid-19,” tutur Alumnus UIN Sunan Ampel tersebut.

Sekedar diketahui, jumah Sebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan hingga hari ini per 25 Maret jumlah Orang dengan Resiko (ODR) mencapai 720 Orang. Orang dalam pemantauan (ODP) 86 orang, Pasien dalam pengawasan (PDP) 1 orang. Data tersebut berdasarkan update Dinas Komunikasi dan informasi melalui website Bangkalankab.go.id.

Reporter: Wahyudi

Editor     : Yudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here