Suasana Audiensi LSM RAR saat di Kejaksaan Negeri Bangkalan (foto: Wahyudi)

BANGKALAN, Limadetik.com – Kasus korupsi pengadaan kambing etawa tahun anggaran 2017 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur sudah beberapa kali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kasus yang telah menyeret Samsul Arifin mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Mulyanto Dahlan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan. Sidang kasus korupsi kambing etawa tersebut tengah mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dari beberapa keterangan saksi, kerap muncul dua nama yang diduga membawa lari dan memotong uang pengadaan kambing tersebut.

“Dalam beberapa kali sidang sudah jelas disebutkan bahwa Robi ini membawa lari uang dan Lanang ini memotong uang,” ujar Direktur Rumah Advokasi Rakyat (RAR) Risang Bima Wijawa saat audiensi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Rabu (19/2/2020).

Risang meminta Kejari Bangkalan berkomitmen dalam menangani kasus korupsi tersebut. Karena kata Risang, dalam dua kali persidangan Majelis Hakim menyebut Robi dan Lanang untuk segera ditetapkan sebagai tersangka.

“Entah itu dengan prosedur dan proses sidang atau menunggu putusan dan sebagainya,” ungkap Risang.

“Tangkap Robi dan Lanang,” tambahnya.

Selain itu, Risang mencurigai, dalam penanganan kasus korupsi kambing etawa tersebut ada konspirasi besar antara pihak penyidik dengan orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Dari awal kita mencurigai ada permainan konspirasi besar disini tapi kita minta ketegasannya apakah indikasi itu memang benar atau tidak,” tandasnya.

Sementara, Kepala Kejari Bangkalan, Emanuel Ahmad menjelaskan bahwa, untuk menentukan tersangka (baru) atau tidak, pihaknya masih menunggu hasil persidangan selesai.

“Jadi untuk menentukan tersangka tidak serta merta, tunggu putusan dari hakim. Apa bunyi putusan hakim, disitulah kita bisa menentukan seseorang menjadi tersangka atau tidak, mekanismenya begitu, tunggu putusan hakim,” paparnya kepada awak media.

Emanuel membantah bahwa Majelis Hakim menyebut dua nama (Robi dan Lanang) untuk segera ditetapkan sebagai tersangka. Karena kata dia, pihaknya sudah mengkonfirmasi penyataan tersebut kepada hakim secara langsung.

“Saya tanyakan kepada hakimnya tidak ada kata-kata seperti itu. Dan semua perintah hakim itu tertulis,” terangnya

Reporter: Wahyudi

Edutor    : Yudi

Teks: suasana Audiensi RAR di Aula Kejaksaan Negeri Bangkalan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here