BANGKALAN, limadetik.com — Asosiasi UMKM Jawa Timur Korwil Madura menggelar pembinaan bagi anggota serta jalin silaturrahmi UMKM Se Madura di Kantor Sekretariat Bangkalan di Desa Tragah, Kecamatan Tragah Bangkalan, Rabu (30/10/2019).

Moh.Dahri sebagai ketua Korwil Asosiasi UMKM menjelaskan bahwa dengan digelarnya acara silaturrahmi dan pembinaan bagi anggotanya diharpkan UMKM Madura para pelaku umkm dapat maju dan berkembang.

“Dan kedepan agar menjadi mitra BUMDes di desa-desa, karena banyak UMKM  di desa atau di kampung-kampung yang belum memiliki kemampuan bersaing di pasar terbuka saat ini” ujar Moh.Dahri.

Asosiasi ini menurut Dahri dapat merangkul para pelaku UMKM khususnya pemula, mulai dari memasarkan produk,branding, agar mereka dapat bersaing di era yang serba cepat, selain itu dapat meningkatkan produksinya.

“Oleh sebab itu dengan asosiasi ini dapat menjadi daya tampung para pelaku umkm, jika ada problem terkait pemasaran, branding, kemasan serta legalitasnya bisa di bantu oleh asosiasi,” kata Moh.Dahri.

Lain halnya UMKM belum memiliki kemampuan tegas Moh.Dahri, seperti bagaimana branding produk, promosi serta pemasarannya, selain itu juga bagamina cara mengemas produk tersebut, agar menjadi daya tarik khususnya produk makanan dan minuman (mamin).

“Karena masih banyak UMKM yang masih belia saat ini, belum paham segalanya, UMKM seperti ini yang di butuhkan sentuhan dari pihak pemerintah” terangnya.

Dikatakannya, Asosiasi UMKM ini sengaja merangkul para pelaku usaha yang masih betul betul tidak memiliki kekuatan walaupun UMKM sudah lama.

“Oleh karena itu support dan perhatian dari pemerintah sangat dibutuhkan baik dari aspek pelatihan,peridzin apalagi pemodalan, pemerintah dapat membantu mencarikan solusi,” tuturnya.

Kata Dahri dari 92 anggota Asosiasi UMKM baru satu merk “Tatochiop” yang memiliki label Halal, ini betu betul pemerintah harus hadir di tengah-tengah UMKM.

“Selain itu juga berharap kepada Bank ikut andil membantu permodalan, bagaimana para pelaku UMKM di berikan kemudahan dalam pinjamannya, untuk mengembangkan UMKM, karena ini adalah pinjam produktif,bukan konsumtif, apalagi sesuai permintaan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa bahwa bank harus menjadi backbone nya UMKM,” harapnya.

Senada apa yang di sampaikan oleh satu pengurus DPP Asosiasi UMKM Subagio Heri dengan asosiasi UMKM ini agar para pengusaha kecil dapat berkembang, kita tidak bisa bergantung sepenuhnya ke penerintah.

“Karena dari dinas lebih banyak hanya memberikan bimbingan, pelatihan ,workshop, setlah itu kembali kepada pelaku usahanya , dengan berdirinya asossiasi umkm ini dapat membantu para pelaku usaha,” pungkasnya. (ron/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here