PAMEKASAN, Limadetik.com – Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur merupakan salah satu pondok terbesar yang ada di Madura. Setiap tahunnya mengadakan acara rutinitas yang disebut dengan PANJI (Pekan Ngaji). Acara rutinitas di Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata tersebut sudah yang kelima kalinya tahun ini. Uniknya di PANJI ke 5 ini, mengkaji 9 materi sekaligus, dan deselesaikan dalam satu hari, Senin (13/01/2020).

Baca juga: Ribuan Santri Ikuti Seminar Tasawwuf Panji (Pekan Ngaji) 5

Dari sembilan materi ini dibagi menjadi dua bagian, 5 materi disajikan bagi santri putra dan 4 materi lainnya di bagian santri putri. Adapun tema atau materi pada hari ini yang akan dikaji diantaranya; Bagian Putra; Ngaji Cyber, Ngaji Kearifan lokal, Ngaji Sanad, dll, diabgian putri salah satunya, Ngaji Tata Rias Manten Untuk Kaum Milineal, Muhadhoroh Ilmiah dan lain sebagainya.

Baca juga: Kader Calon Dokter Lewat Ngaji Motivasi Kedokteran

Saat ini merupakan hari yang ke lima dari peresmian PANJI 5 tersebut. Di hari ini pihak kepanitiaan tepatnya Tim Seminar mengundang Budayawan yang tidak asing di telingan orang madura apalagi bagi orang sumenep karena beliau lahir di Kabupaten Sumenep, yakni; H.D. Zawawi Imron. Beliau merupakan budayawan sekaligus sastrawan, Juga beliau terkenal sejak tahun 1982 an dengan puisi yang berjudul ‘IBU’ ketika tamu penyair 10 kota di taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Tidak hanya Pemerhati budaya madura (H.D. Zawawi Imron) saja yang diundang untuk mengisi seminar di hari kelima PANJI 5 tersebut. Namun ada juga Drs. H. Kadarisman Sastrodiwirjo, M.Si, beliau merupakan Wakil Bupati Pamekasan Dua Priode (2003-2008 & 2008-2013), beliau juga orang yang memiliki ide untuk pembuatan tugu yang menjadi lambang pamekasan saat ini.

Sedangkan yang akan memandu jalannya seminar yang akan berlangsung di musholla PP. MUBA nanti Jam 08.30-11.00 Wib, akan dipandu oleh Dr. Iksan maulana. Dalam seminar tersebut diperkirakan yang akan hadir sekitar 5000 orang, mereka semua terdairi dari Santri PP. Muba, Asatid, Alumni, dan Partisipan. Seminar itu bertema “Menggali Kearifan Lokal Madura”. (Aruf/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here