Moh. Tawil

Sumenep, Limadetik.com — Kasus virus corona (Covid 19) masih terus menjadi sebuah ke khawatiran warga, berbagai cara pun dilakukan untuk mengantisipasinya dari masyarakat dilarang berkumpul hingga meliburkan sekolah-sekolah yang ada baik Negeri maupun Swasta, terakhir ada tambahan masa libur selama 5 hari ke depan.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama Sumenep, Muhammad Tawil melalui telepon selulernya memberikan tanggapan terkait perpanjangan atau tambahan waktu libur masuk sekolah bagi anak didik terutama yang berada di bawah naungan Kemenag.

“Ya sangat bagus, karena dengan tambahan waktu yang diberikan untuk masa libur bagi sekolah (belajar di rumah) itu akan lebih efektif lagi mengantisipasi penyebaran virus corona tesebut” kata Tawil melalui telepon genggamnya, Selasa (24/3/2020).

Menurut Kasi Pendma, masa libur atau sekolah di rumah yang sbelumnya berakhir pada tanggal 30 maret 2020 ini diperpanjang hingga tanggal 5 April 2020 nanti sebagaimana surat edaran yang diterimanya dari Kanwil Jawa Timur.

“Ada tambahan masa libur sampai 5 April yang sebelumnya 30 Maret, jadi kami sampaikan ini semua kepada sekolah (Madrasah madrasah) yang ada agar dipatuhi dan diikuti demi kebaikan bersama” terangnya.

Tawil menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Kementerian Agama Sumenep baik Negeri maupun Swasta perlakuannya tetap sama dalamrangka mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Jadi semua lembaga itu harus menyambut baik sikap tanggap dari pemerintah yang harus kita respon dengan baik untuk menekan penyebaran virus corona ini. Itu sebabnya anak didik kita tetap harus belajar di rumah dulu hinnga nanti waktu yang ditentukan pmerintah” jelasnya.

Disamping itu lanjut mantan Pengawas Batang-batang ini, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh lembaga pendidikan (Madrasah) untuk selalu koordinasi dengan pihak puskesmas di kecamatan masing masing terkait penyemprotan ataupun pencegahan lainnya.

“Sudah kita intruksikan kepada semua madrasah atau sekolah agar senantiasa melakukan kebersihan di setiap lingkungan sekolah, dan berkordinasi dengan pihak puskesmas untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di masing-masing sekolahh” pintanya.

Sementara itu, ditanya terkait pelaksanaan UN dirinya berdalih ditunda sampai 6 April 2020 bagi Siswa MA/SMK sederajad, namun dia tidak menampik jika nanti ada perubahan dari pemerintah maka harus diikuti.

“Untuk Ujian Nasional (UN) bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) kita ikuti petunjuk diundur ke tanggal 6 April 2020 ya, tapi ini jug tidak menutup kemungkinan akan ditunda lagi. Dan jika memang itu terjadi ya kita tetap ikuti petunjuk dari pemerintah, namun semoga saja tidak terjadi dan wabah virus corona ini segera berakhir” pungkasnya. (yd/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here