SUMENEP, limadetik.com – Hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terhadap sampel beras yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Pajennangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang diduga mengandung plastik akhirnya keluar.

Pasalnya, bulan lalu beredar informasi bahwa beras program BPNT di Desa Pajenangger mengandung plastik. Meskipun dilihat berasnya bagus dan putih. Tapi setelah dimasak, ternyata tidak bisa dimakan. Seperti mengansung plastik

“Kami mengambil sampel di beberapa tempat. Hasilnya terdapat tiga macam,” kata Kapala Dinas Sosial Sumenep, Moh. Iksan, Jumat (14/2/2020).

Dari hasil pengujian laboratorium didapatkan, bahwa beras BPNT 2019 dari segi keamanan dan pangan, tidak mengandung unsur plastik. Kedua sampel beras yang dikirim Dinsos tidak mengandung Aflotoksin.

Ketiga sampel beras yang dikirim merupakan jenis premium yang sesuai peraturan Kementan tahun 2017. “Ini merupakan hasil laboratorium yang kami terima untuk menjawab keresahan masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, penerima BPNT di kabupaten yang terdiri dari 27 kecamatan ini resah setelah terdapat informasi bahwa beras program BPNT mengandung plastik.

Hal itu terungkap setelah Kades Pajennangger, Suhwari, Kamis (16/1/2020) lalu meminta para penerima mengumpulkan beras itu ke balai desa, untuk dikembalikan kepada supplier, karena beras tidak bisa dikonsumsi.

“Jadi beras-beras yang tidak bisa dikonsumsi itu saya minta untuk dikumpulkan di balai desa. Dijadikan satu, kemudian kita kembalikan ke suppliernya. Karena diduga mengandung bahan plastik,” katanya. (hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here