Hairul Anwar

SUMENEP, limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur didesak bergerak cepat dalam mempersiapkan mitigasi bencana penanganan penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar, Senin (23/3/2020).

“Pemerintah jangan hanya mempersiapkan masalah medis. Tapi tidak kalah pentingnya persoalan dampak ekonomi dari Covid-19 ini harus dipersiapkan secara serius,” tegas Hairul Anwar.

Sebab, apabila pemerintah daerah tidak mempersiapkan dampak ekonominya, dia memprediksi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah akan menjadi korban paling menyedihkan. Pasalnya, mereka tidak memiliki persediaan ekonomi yang memadai

“Pemerintah harus riil. Berapa kebutuhan pangan yang dibutuhkan warga, ini harus dipikirkan secara matang,” terangnya.

Terlebih bagi warga yang secara geografis berada di wilayah kepulauan. Mengingat Sumenep terdiri dari daratan dan kepulauan. Kebutuhan pangan mereka selama ini disuplay dari wilayah daratan.

Apabila Pemerintah Indonesia mengambil kebijakanlockdown. Maka masyarakat kepulauan Sumenep paling berdampak secara ekonomi.

Dalam kamus Cambridge, lockdown adalah sebuah situasi di mana orang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan dengan bebas karena alasan sesuatu yang darurat.

“Pemerintah saat ini semestinya mempersiapkan persediaan pangan yang dibutuhkan masyarakat kepulauan. Jangan nunggu ada korban (kelaparan) baru akan mengiapkan kebutuhan pangan,” tukasnya

Diketahui hingga Minggu (22/3/2020) total pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 514 orang. Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya dinyatakan sembuh. (hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here