SUMENEPlimadetik.com — Wakil Bipati Sumenep Achmad Fauzi, SH. penggunaan jalan satu arah di Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur.

Penggunaan jalan satu arah ini dilakukan sebagai upaya memperlancar arus lalu lintas di kawasan jalan setempat merupakan upaya Pemkab Sumenep melalui proses rekaysa untuk mengurai kepadatan pengguna jalan.

“Dari padatnya pengguna sepeda motor di daerah kepanjin maka memang perlu dilakukan rekayasa jalan satu arah, ini karena sejumlah ruas jalan di Kelurahan Kepanjin memang perlu dilakukan rekayasa satu arah, akibat kepadatan kendaraan bermotor tidak seimbang, sehingga jalan yang semula dua arah harus dijadikan satu arah,” kata Wabup Achmad Fauzi, SH, ketika meresmikan jalan satu arah di Kantor Kelurahan Kepanjin, Rabu (20/11/2019).

Kawasan jalan di Kepanjin yang perlu skema satu arah kata Wabup Fauzi, yakni di Jalan Pendekar dan Jalan Letnan Ramli, yang selama ini sering terjadi kemacetan, itu semua terjadi ketika kendaraan roda empat melewati kedua jalan tersebut sangat padat dan sering terjadi kemacetan.

“Memang harus dilakukan pemberlakuan satu arah, dan ini salah satu cara yang ampuh untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut, seperti Jalan Pendekar, kendaraan hanya melintas dari arah selatan menuju ke utara, sedangkan Jalan Letnan Ramli dari arah utara ke arah selatan,” terang Ketua DPC PDIP Sumenep ini.

Selain itu, menurut Wabup Achmad Fauzi, pemerintah daerah tidak bisa melakukan pelebaran jalan di daerah setempat, sebab ruas jalan di bagian barat dan timur sudah tidak ada lahan karena padatnya pemukiman penduduk.

“Setelah jalan satu arah ini diresmikan, harapannya kepada warga Kelurahan Kepanjin harus mematuhi peraturan baru ini sebagai contoh patuh terhadap peraturan berlalu-lintas, sehingga pengguna kendaraan dari daerah luar juga mentaatinya,” pinta Wabup Achmad Fauzi.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Kepanjin, Ernawati menyampaikan bahwa rekayasa jalan satu jalur ini merupakan usulan dari masyarakat sejak lima tahun lalu yang baru terealisasi pada tahun ini, dengan harapan jalan satu jalur itu tidak menggangu aktivitas warga dari kemacetan.

“Jalur itu merupakan jalan yang sering padat pengguna jalan, disamping ada mobil yang parkir di pinggir jalan membuat arus lalulintas semakin padat, maka itu sebabnya salah satu jalur alternatif di kawasan Kota Sumenep adalah menjadikannya satu arah,” ujar Lurah Kepanjin Erni.

Untuk memberikan pengertian dan pemahaman, Lurah Kepanjin telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat jika terhitung 20 November 2019 tepatnya hari rabu di dua jalur itu yang semula dua arah menjadi satu arah, bahkan saat ini rambu-rambu lalu lintas sudah terpasang di sejumlah titik jalan yang telah diresmikan.

“Sebelum pemberlakuan satu arah ini diresmikan Pak Wakil Bupati Sumenep, kami sudah melakukan uji coba rekayasa jakan sekaligus.sebagai bentuk sosialisasi ke masyarakat dan pengguna jalan. Itu sebabnya setelah ini berlaku kita berharap parkir mobil yang ada di bahu jalan bisa tertata rapi dan pengguna jalan tidak lagi mengalami macet” paparnya.

Acara peresmian jalan satu arah ini ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan langsung oleh Wabup Achmad Fauzi yang diberikan kepada perwakilan warga setempat. (yd/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here