Foto: KH.Ismail Tembang Pamungkas (kiri) bersama Yant Kaiy limadetik.com

SUMENEP, limadetik.com — Perhelatan Festival Nelayan yang akan digelar pada Tanggal 24 Nopember 2019 nanti di kawasan pelabuhan Desa Pasongsongan, Kabupaten Sumenep merupakan sebuah manifestasi dari syukur seorang hamba kepada Tuhan Yang Maha Esa. Impian setiap manusia di alam fana sering tidak berbanding lurus dengan realita.

Bukan Allah tidak sayang kalau impian itu kandas. Justru malah sebaliknya, Allah akan mengabulkan doa-doa manusia asalkan konsisten dengan impian itu. Yang penting seorang hamba harus husnudhan. Dan yang pasti, doa-doa itu akan terijabah. Kalau tidak sekarang, mungkin suatu saat nanti. Semua membutuhkan proses.

Kalau seseorang selalu berprasangka buruk, maka Tuhan juga akan menimpakan keburukan kepada orang tersebut. Jadi sungguh sangat merugi orang yang tidak pernah pandai menikmati segala pemberian Allah kepadanya. Baik itu nikmat sehat dan sakit. Baik itu nikmat kaya atau miskin.

“Sakit pun kita harus tetap bersyukur kepada Allah. Karena sakit itu milik semua makhluk hidup. Allah yang menyembuhkan penyakit, tapi manusia harus berikhtiar, bukan berdiam diri. Menikmati hidup hakikatnya implementasi syukur yang sejati,” terang K.H. Ismail Tembang Pamungkas di kediamannya Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep.

Ketika limadetik.com menanyakan tentang makna “rokat” pada Kiai yang berjuluk Kiai Macan Madura ini, beliau menjelaskan kalau kata “rokat” itu berasal dari Bahasa Jawa: moro-moro dhumateng berkat.

“Makna rokat sebenarnya adalah manusia yang mendekati pada kebarokahan. Seseorang yang berikhtiar dirinya mendekati pada kebarokahan, maka hidupnya akan nyaman dan tenang. Kalau hidup sudah tidak gelisah, insya Allah barokah akan senantiasa mengalir pada hidup orang tersebut,” cetus Kiai Ismail.

Lebih jauh beliau menegaskan, sebaliknya seseorang yang mendekat pada kemungkaran maka ia akan memperoleh azab dari Tuhannya. Nauzubillah min zalik.

Acara Festival Nelayan yang bertajuk “Rokat Tasek” ini terselenggara atas kerjasama UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan dengan dinas terkait dari Kabupaten Sumenep. Konsep acara Festival Nelayan ini akan mengetengahkan pagelaran budaya dan khataman Al-Qur”an. (Yant Kaiy/Dwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here