MALANG, limadetil.com — Radikalisme yang saat ini menjadi polemik dinilai sebagai ancaman nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peran mahasiswa dinilai sangat penting untuk mencegah penyebaran paham radikalisme.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M,Si dalam Seminar Nasional ” Peran Mahasiswa Dalam Mencegah Faham Radikalisme di lingkungan Kampus Untuk Menjaga Keutuhan Bangsa”.

Seminar ini merupakan bentuk kepedulian kepada NKRI yang mulai dijamah oleh paham radikalisme. Yang di adakan di Hall KH. Abdurrohman Wahid Pasca sarjana LT 7.Oleh Bem Fakultas Tekni dan Bem Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang, Rabu (6/11/2019).

“Peran mahasiswa sangat penting sebab masyarakat menilai bahwa mahasiswa merupakan Agen of change atau agen perubahan, mahasiswa harus bisa berkontribusi dan mampu memberikan bahan terkait dengan toleransi dan radikalisme” kata Prof.Dr.H.Masykuri, M.Si.

Menurut Rektor Unisma ini, mahasiswa harus bisa memberikan gagasan-gagasan keilmuan yang merupakan agen perubahan sekaligus generasi penerus bangsa. “Maka, penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman dan wawasan yang lebih tentang ilmu agama. Supaya mahasiswa juga bisa membantu mewujudkan kerukunan umat beragama” terangnya.

Sementara itu, Direktur pasca sarjan UIN malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.,ag. Dirinya menjelaskan bahwa agama Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamiin. Islam tidak mengajarkan kekerasan, dan hal ini tercantum dalam Al-Quran. “Islam dengan tegas dan tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan tindakan kekerasan, kalaupun ada mungkin karena faktor interpretasi, jadi memahami agama itu harus integral” paparnya.

Selain itu kata Umi sapaan akrabnya umat islam harus memiliki kesadaran tentang keanekaragaman. Karena dalam realitasnya, indonesia merupakan negara yang memiliki banyak budaya, bahasa dan agama.

Dirinya menambahkan, radikalisme bukan hanya disebabkan oleh faktor agama, namun bisa disebabkan oleh faktor pendidikan dan ketidakadilan ekonomi politik. Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan mengerti lebih dalam tentang radikalisme. Sebab, sering kali pelaku radikalisme tidak menyadari dampak dari perbuatannya.

“Mahasiswa harus bisa memberikan kontribusi yang positif bagi aspek ideologi, Islam moderat dan juga tawaran strategi politik. Dengan memahami agama secara universal umat Islam harus memiliki rasa keberagaman dan toleransi dan anti radikalisme. Dan semoga acara ini dapat memberi high impact kepada mahasiswa” tegas Prof.Dr.Hj.Umi Sumbulah, M.Ag. (M.Rofiqi/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here