Masyarakat saat mengikuti sosialisasi pengiriman tenaga kerja ke Kalimantan (Nikam Hokiyanto)

SUMENEP, limadetik.com – Selama ini Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sebagai salah satu kabupaten yang warganya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di beberapa negara, seperti Malaysia.

Tetapi, tidak sedikit dari mereka memilih jalur ilegal. Akibatnya, setelah diketahui oleh pemerintah negara setempat, mereka terpaksa dideportasi atau dipulangkan paksa ke Sumenep.

Untuk menekan TKI ilegal Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep bersama PT. Hutama Karya Energi (HKE) memberikan kesempatan bagi warga untuk bekerja di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Mereka di sana akan menanam bibit kayu ekalatus. Kayu ini bahan dasar kertas.

“Pekerja yang dibutuhkan antara 1.000 hingga 1.500 orang,” kata Sekretaris Disnakertrans Sumenep Joko Suwarno, Kamis (19/9/2019).

Dari program kerjasama ini, pihaknya berharap mampu menekan tingginya angka TKI ilegal. Namun, sebelum menerima tawaran tersebut, pihaknya mengaku meninjau secara langsung ke Kalimantan, ternyata bisa dipertanggung jawabkan.

“Kami langsung meninjau ke sana. Hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Artinya kerja di sana tidak lebih berat dari kebiasaan masyarakat di sini menanan tembakau. Bagitu juga upahnya bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya Energi, Prayogi mengatakan bahwa perekrutan pekerja dari Sumenep merupakan pintu masuk untuk mempernalkan kabupaten dengan lambang kuda terbang ini ke masyarakat luar. Termasuk pula nanti diharapkan ada konektifitas Sumenep-Kalimantan.

“Dari itu kami harapkan, paling tidak bisa meningkatkan tarap hidup masyarakat Sumenep,” katanya.(hoki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here