SAMPANG, limadetik.com — Sejumlah ulama dan kiyai yang tergabung dalam majelis silaturahmi ulama sampang (MAJSUS) mendatangi kantor DPRD Sampang. Kedatangan mereka untuk membangun komunikasi dengan wakil rakyat, dan mendukung Pemkab Sampang dalam menangani darurat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Selasa (24/9/2019).

Ketua MAJSUS KH. Ach Yahya menyampaikan, kedatangan para ulama dan kiyai ke kantor DPRD Sampang tidak lain untuk menyikapi perkembangan situasi di Kota Bahari yang berkaitan dengan Amal Makruf Nahi Mungkar.

Dikatakan, ada beberapa hal yang menjadi keprihatinan MAJSUS sehingga datang ke kantor dewan. Pertama yaitu terkait dengan meningkatnya peredaran gelap narkotika di Sampang.

“Peredaran gelap narkoba menjadi tanggung jawab bersama. Terutama para DPRD dalam memberikan solusi dan arah kebijakan kepada pemkab,” katanya.

Tingkat perendaran dan penyalahgunaan narkoba di Sampang sangat memprihatikan. Pihaknya berharap agar pemkab dan DPRD lebih serius dalam menangani dan memerangi narkoba sampai keakar rumput.

“Bandar narkoba jaringan internasional ada di Sampang. Hal itu menggugah kami untuk menyampaikan pokok pikiran kepada dewan, agar jangan sampai moto Sampang bersih dan agamis rusak karena barang haram tersebut,” ucapnya.

Keprihatinan yang kedua ialah terkait dengan keberadaan tempat-tempat hiburan yang berbau maksiat. Hal itu bertolak belakang dengan kehidupan masyarakat yang religius. Apalagi, Pemkab dan DPR tengah menggalakan program seribu pesantren.

Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan kemaksiatan sudah lama dijalankan. Pihaknya sebagai ulama hanya ingin menyampaikan keluh kesah masyarakat yang menginginkan Sampang bersih dan agamis atau bersih dari maksiat.

“Kami ingin Sampang selau kondusif, bersih dari hal-hal yang tidak baik, dan melanggar norma agama,” tuturnya.

Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, pihaknya bersama para ulama dan kiyai sepakat untuk memerangi dan memberantas peredaran gelap narkoba dan tempat-tempat kemaksiatan di Sampang.

Menurut Politikus PKB itu, tingkat peredaran narkoba berkaitan kuat dengan tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat yang rendah. Pihaknya meyakini apabila pendidikan dan kesejahteraan masyarakat baik, narkoba tidak akan mudah masuk.

“Kami akan mendorong pemkab dalam upaya melakukan pencegahan, penanganan, dan pemberantasan narkoba. Juga kemaksiatan,” pungkasnya. (NOR/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here