SUMENEPlimadetik.com — Keberadaan pasar minggu di Sumenep sejak diberlakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) setempat beberapa waktu yang lalu dinilai sedikit demi sedikit mampu mengangkat tingkat pendapatan para pedagang kuliner ataupun pedangang lainnya.

Hal ini diungkapkan YS (nama tidak mau disebutkan) salah satu warga yang setiap hari minggunya mangkal dengan lapaknya di sepanjang Jl.MH.Thamrin Pangarangan, Kota Sumenep, Jawa Timur, saat berbincang dengan limadetik.com jika setiap hari minggu pendapatannya jauh lebih baik daripada hari-hari biasa.

“Alhamdulillah ya, sejak pasar minggu ini disediakan pemerintah Sumenep saya pribadi dagangan jauh lebih laris di sini ketimbang jualan saya setiap harinya di tempat saya” katanya, Minggu (3/11/2019).

YS berseloroh, dagangan yang ia tawarkan kepada para pembeli masih tetap jajan tradisional khas madura, seperti getas, Ondeonde, termasuk kalepon, yang setiap hari-hari biasa kadang hanya laku 10-15 porsi dari semua jenis yang dijajankan. Tapi saat di pasar minggu kue atau jajan yang dijualnya bisa habis mencapai 40-50 porsi semua jenis yang ada.

“Saya kalau tiap hari nya jualan keliling paling juga lakunya 10 samapai 15 porsi, kadang ya kalau rejeki capai 20 porsi gitu lakunya, beda kalau di pasar minggu ini kita kan didatangi pembeli bisa lakunya mencapai 50 porsi semua kue yang saya jajankan seperti getas, ondeonde dan kalepon” terang YS dengan senyumnya.

Menurut YS, pihaknya sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep bisa terus memberikan Inovasi-inovasi dan ide-ide kreatif untuk meningkat taraf pendapatan dan perekonomian masyarakat terutama para pedagang kaki lima.

Sebab kata YS pendapatan pedagang di sini (pasar minggu, red) belum tentu sama, bahkan terdengar ada juga yang mengeluh karena penghasilannya di pasar minggu tidak seberapa bahkan kadang hanya laku 1 seperti pedagan mainan dan pakaian.

“Pastinya kami juga berharap ada trobosan dan ide kreatif yang baru untuk pedagang di pasar minggu, soalnya jujur saja ada juga teman yang ngeluh seperti penjual mainan anak-anak dan pedagang pakaian atau sendal gitu kadang hanya dapat jualan 1 barang bahkan kadang tidak ada yang laku, kan kasihan” harapnya dan mengakhiri perbincangannya. (yd/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here