SUMENEP, Limadetik.com — Kerupuk yang dijual di pasar bermacam bentuk dengan bahan-bahan berbeda. Ada yang hanya terbuat dari kanji, terigu dan kanji, ketela pohon, beras, dan lain sebagainya. Rasanya pun ada yang sedikit manis, pedas-manis, asin dengan campuran ikan, dan asin dengan rasa bawang.

Kali ini limadetik.com berkesempatan mengunjungi kerajinan pembuatan kerupuk milik S. Yohana yang berlokasi di Desa Paberasan Kabupaten Sumenep Madura. Yohana bekerja dibantu suaminya. Hasil produksinya dalam skala kecil. Kerupuk buatannya dijual di pasar tradisional Jangara Paberasan.

“Sebelum matahari terbit kami berjualan dan pulang jam 6.30 WIB. Sengaja kami pulang lebih cepat karena saya ingin para pedagang kerupuk lain juga bisa terjual. Kami tidak ingin serakah, sebab mereka juga punya keluarga yang butuh biaya hidup,” ujar Yohana seraya memberi kesempatan pada limadetik.com untuk mencicipi kerupuk hasil produksinya.

Menurut Yohana, kerupuk buatannya termasuk jenis kerupuk puli. Jenis kerupuk ini sangat diminati karena tidak terlalu asin dan ada rasa ikan sehingga sangat cocok untuk menjadi pendamping makan nasi.

Ia juga menjelaskan kalau saban harinya ia memperoleh hasil penjualan Rp 150 ribu. Baginya penghasilan sebesar itu sudah cukup. Yang penting barokah. Pandangan hidupnya, melihat nasib sesama menjadi falsafah dalam berniaga.

Ia membandingkan orang yang tidak mempunyai pendapatan, itulah yang menjadi prinsip hidupnya. Ia lebih banyak melihat ke bawah.

Ketika ditanya resep kerupuk buatannya, Yohana ternyata sangat terbuka. Tak ada rahasia dalam resep kerupuk gurihnya.

“Pintu kami terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Toh, rejeki kita kan ada yang ngatur. Kalau bagian saya memang kecil untuk apa bermuram durja. Mending mensyukuri apa adanya,” pintas Yohana yang bersuamikan orang Blitar. Senin (13/1/2020).

Yohana menggeluti bisnis kerupuk sudah lebih tujuh tahun. Ada beberapa orang yang telah belajar kepadanya dan sukses. Berikut resep kerupuknya.

Bahan-bahan :

Tepung Terigu 25 kg

Tepung kanji 25 kg.

Ikan segar 10 kg

Bumbu :

Bawang putih 5 kg.

Bleng 1 kg

Vetsin secukupnya

Cara membuat :

Tepung terigu dan kanji dimasukkan wadah. Ikan segar direbus dan diblender bersama bawang putih. Sedangkan bleng dihaluskan terlebih dahulu. Lalu semua bahan dijadikan satu dan dimixer. Sedikit demi sedikit dicampur air. Setelah adonan bercampur rata barulah dimasukkan ke dalam plastik dan direbus.

Setelah masak barulah plastiknya dibuka agar cepat dingin. Kemudian dimasukkan kulkas selama satu malam. Ini dimaksukan supaya agak mengeras dan mudah dalam pengirisan, tidak lengket. Hasil irisan kerupuk lalu disusun dan dijemur. Kalau cuaca panas biasanya tidak sampai satu hari.

Dalam penggorengan kerupuk Yohana menyarankan agar kerupuk tidak digoreng langsung. Biasanya kerupuk kering itu disimpan semalam. Setelah mau digoreng dijemur kembali dan didinginkan selama satu jam. Baru kerupuk digoreng dengan api sedang. Hal ini bertujuan agar kerupuk mekar dan tidak berminyak.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Yohana karena berkaitan dengan keuntungan penjualan. Apalagi harga minyak goreng curah saat ini kenaikannya melambung tinggi.

“Kerupuk kalau penggorengannya tidak seperti yang saya sebutkan, kerupuk akan menyerap lebih banyak minyak,” beber Yohana transparan. (Yant Kaiy/yd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here