SUMENEPlimadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Pasalnya, angka putus sekolah di Kabupaten yang memiliki 126 pulau ini cukup tinggi. Buktinya, Sumenep sebagai Kabupaten paling timur di madura tercatat menempati urutan kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Sampang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso menjelaskan berdasarkan angka putus sekolah dari SMP ke SMA di Jawa Timur mencapai 19,5 persen.

“Kebetulan angka putus sekolah di Kabupaten Sumenep berada di posisi nomor dua dari atas,” katanya, Senin (23/9/2019).

Dia menjelaskan, faktor penyebab angka putus sekolah sendiri yang terbanyak di antaranya karena persoalan ekonomi, pernikahan dini dan bekerja untuk menopang ekonomi orang tua.

Untuk hal itu, pihaknya berencana membentuk tim relawan penanganan terkait angka putus sekolah yang tersebar pada 27 kecamatan di Sumenep baik daratan maupun kepulauan.

“Kami akan membentuk tim relawan agar mensosialisasikan supaya anak yang putus sekolah bisa bersekolah lagi,” tegasnya.

Menurutnya, tim relawan nanti yang akan membentuk di masing masing kecamatan akan melakukan entri data terkait siapa saja siswa yang putus sekolah pada lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta.

“Kami akan memberikan tawaran kembali pada siswa yang bersangkutan untuk memilih sekolah yang mana, target kami penurunan hingga 2 persen dari 19,5 persen tadi,” jelasnya.

Selain itu pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi apabila lembaga pendidikan tidak menerima siswa yang putus sekolah. Dia mengancam akan mencabut izin sekolah tersebut.

“Jika sekolah tersebut tak menerima siswa tersebut, lembaga bisa dicabut izinnya,” ancamnya.(hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here