Fredy Kustianto

SUMENEP, limadetik.com — Pemberhentian pembelian tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai terkuak penyebabnya.

Pasalnya, meskipun masih banyak tembakau petani yang belum terserap, namun pihak gudang telah menyetor pembelian.

Salah satunya adalah PT Kahuripan Semesta yang ada di Jalan Sumenep – Pamekasan. Perwakilan PT Kahuripan Semesta, Fredy Kustianto menyebutkan penyebab ditutupnya masa pembelian karena dana untuk membeli tembakau telah habis.

“Kalau dana ada, kami pasti akan beli lagi tembakau. Ini masalahnya dananya sudah habis, sementara tembakau masih belum terserap,” katanya, Kamis (19/9/2019).

Sementara itu, saat ditanya tentang harga yang anjlok, pihaknya mengaku sejak perusahaannya menerima pembelian tembakau dipatok dari harga Rp 32 ribu sampai Rp 54 ribu rupiah per kilogram.

BACA: Banyak Tembakau Belum Terserap, Gudang di Sumenep Setop Pembelian

“Kalau harga kami menyesuaikan dengan perusahaan, dan saya hanya perwakilan perusahaan yang ada di Sumenep,” ujarnya.

Di sisi lain, Fredy menyebut jika tembakau Madura atau Sumenep musim ini sudah bagus seiring dukungan cuaca yang juga bagus. Hanya saja keuangan yang terbatas menghalangi pembelian.

Sedangkan, Ketua DPRD Sumenep sementara, KH. Hamid Ali Munir saat melakukan sidak ke gudang tesebut mengaku akan segera mengambil langkah dengan berkirim surat ke pihak gudang yang biasa melakukan pembelian.

“Setelah beberapa kali kami menerima aduan dari masyarakat terkait tembakau ini, kami dalam waktu dekat akan berkirim surat ke pihak perusahaan tembakau agar membeli semua tembakau yang ada,” kata Hamid. (hoki/yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here