SUMENEP, limadetik.com — Kuliah Kerja Nyata (KKN) 61 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mempunyai kesempatan untuk mengunjungi gua Soekarno yang letaknya di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Jawa Timur. Untuk menjangkau gua tersebut tidak begitu sulit karena akses menuju pariwisata tersebut cukup mudah.

Wisata gua Soekarno yang sejak awal dibuka langsung mengundang antiusiasme masyarakat yang begitu luas, baik dikalangan masyarakat madura sendiri ataupun diluar madura. Bahkan gua Soekarno ini sempat viral di media social karena keindahanya yang sangat cocok untuk spot foto dan selfi.

Eksotimsme Gue Soekarno saat KKN 61 UTM berkenjung

“Bukti antusiasme masyarakat yang penasaran akan gua soekarno ini dibuktikan dengan ramainya pengunjung yang tidak pernah sepi untuk melihat keindahannya yang mengundang rasa kagum akan keindahan gua tersebut” kata Julianto salah satu anggota KKN 61 UTM.

Namun, menurut Julianto sempat beredar dikalangan masyarakat bahwa gua Soekarno merupakan tempat bertapanya president Soekarno. Apakah benar demikian bahwa gua Soekarno sempat dikunjungi oleh bungkarno. Hal inilah yang melatar belakangi Kuliah Kerja Nyata (KKN) 61 Universitas Trunojoyo Mdura (UTM) mengunjungi wisata gua Soekarno untuk mengklarifikasi kebenaran akan adanya berita yang beredar di masyarakat.

Maka untuk mendapatkan keterangan tersebut KKN 61 yang didampingi langsung oleh Bapak Rizal selaku BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) beserta perangkat desa yang lainnya untuk mewawancari pihak pengelola wisata gua Soekarno dengan tujuan untuk megklarifikasi kebenaran berita tersebut yang beredar di masyarakat.

“Jadi dulu gua Soekano ini di tempati seorang musafir dengan seorang istrinya yangg tinggal di dalam gua. Namanya Pak Sukardi, dan pak Sukardi ini adalah seorang Sukarnois, jadi ketika tahun lalu (2018) saya memasuki gua ini di dinding-dingding gua tersebut terdapat begitu banyak foto dan posternya Bung Karno, karena rata-rata musafir yang dating dari jawa itu biasanya adalah Sukarnois (pencinta Soekarno). Lalu kemudian kami dengan teman-teman sepakat waktu itu untuk memberi nama gua ini dengan sebutan gua Soekarno”, ujar Syaiful Anwar selaku Direktur CV Jelajah Sumenep, jum’at (19/07/2019) kemarin.

Disamping itu, Syaiful Anwar mengatakan bahwa adanya anggapan di masyarakat tentang gua Soekarno yang beredar di media sosial bahwa bungkarno pernah datang dan bertapa di gua sukarno itu adalah hoaks atau tidak benar.

“Tidak ada hubungan penamaan gua Soekarno dengan Bung Karno pernah datang kesini, apalagi bertapa di sini. Anggapan seperti itu sebenarnya adalah mindsetnnya dukun agar supaya tempat (Gua Soekarno) ini laku, padahal tidak seperti itu kenyataannya. Jadi tidak ada ceritanya Bungkarno itu bertapa di gua Soekarno ini”. tegas Syaiful Anwar.

Maka dengan demikian, jelaslah akan kebenaran mengenai gua Soekarno yang sebearnya, bahwa anggapan masyarakat yang beredar di media sosial bahwa Bung Karno pernah datang dan bertapa di gua Soekarno adalah hoax. (hlm/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here