Ilustrasi

SUMENEP, limadetik.com РPemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sepertinya punya kepedulian terhadap kesejahteraan guru gaji. Setiap tahun mengangngarkan sebagian dari APBD untuk diberikan kepada guru ngaji.

Hanya saja, jumlahnya cukup minim. Buktinya, pada APBD 2019, pemerintah hanya menganggarkan Rp 194.250.000. Hal itu sesuai dengan jumlah penerima. Tahun ini jumlah penerima bantuan sebanyak 295 orang.

Setiap orang mendapatkan bantuan sebesar Rp 750 ribu. Apabila jumlah penerima dikalikan dengan besaran bantuan, akumulasi anggaran yang disediakan Rp 194.250.000.

“Jumlah penerima tahun ini 295 orang, kalau besaran bantuan tetap seperti tahun sebelumnya, yakni Rp750 perorang,” kata Kabag Kesmas Setkab Sumenep, Kamiluddin, Rabu (13/8/2019).

Anggaran yang digelontorkan kata dia berasal dari dua sumber, yakni anggaran dari Program Pokok Pikiran Rakyat (Pokir) dan anggaran yang melekat di Kesmas.

Program Pokir itu usulan dari Anggota DPRD. Sedangkan untuk mendapatkan bantuan hibah, calon penerima harus mengusulkan satu tahun sebelumnya.

Surat permohonan itu dilampiri dengan foto copy KTP, keterangan domisili, dan juga dilengkapi dengan dokumentasi santri dan musala.

“Minimal santrinya 10 orang. Kami tetap prioritaskan musala yang sudah punya sertifikat. Karena secara kelembagaan sudah diakui. Termasuk harus memiliki nomor rekening,” tukasnya. (hoki/yt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here