SAMPANG, limadetik.com — Tanpa ijin RT dan warga setempat di Lingkungan Bandar Kumala, kampung lehu, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang. Munculnya permohonan pribadi atas lahan milik negara tersebut. Warga setempat sempat emosi karena dilokasi lahan yang dimanfaatkan warga untuk memperbaiki kapal nelayan sejak nenek moyang mereka, sudah ada tumpukan urukan Pasir batu (sirtu).

Kejadian tersebut membuat warga setempat mendatangi lokasi dengan melapor ke Satpol PP dan pihak Kelurahan Banyuanyar agar menghentikan paksa pengurukan, Kamis (10/10/2019).

Menurut Jamidin Ketua RT 1/ RW 2, Kampung lehu, Kelurahan Banyuanyar, kejadian ini membuat warganya yang mayoritas nelayan mempertanyakan terkait lahan yang diuruk salah satu oknum pengawai Kelurahan Banyuanyar.

“Sejak awal saya selaku RT tidak pernah mengetahui bahkan ada pihak terkait lahan yang dimanfaatkan warga nelayan untuk dimohon pribadi oknum, namun sudah 4 hari ini ternyata ada urukan tanah di lokasi, sehingga saya selaku RT menanyakan langsung pada pihak Kelurahan terkait informasi pemohonan tanah negara oleh pihak pribadi yang saat ini di protes warga setempat” terangnya.

Lanjut Jamidin, hasil musyawarah dengan Lurah Banyuanyar bersama warga dan pihak staf Kelurahan, warga nelayan meminta untuk segera mengosongkan lahan yang ditimbun urukan tersebut dalam waktu satu minggu kedepan, agar tidak mengganggu aktifitas para nelayan setempat untuk memperbaiki kapal mereka.

Sementara di tempat yang sama, Lurah Banyuanyar, Abd Hadi Purnomo usai rapat dengan warga, ia menjelaskan sudah ada kesepakatan bahwa urukan tanah di lokasi tambatan perahu yang selama ini dimanfaatkan warga nelayan setempat dalam waktu satu minggu kedepan akan dikosongkan oleh pihak yang meletakkan sirtu.

Ditambahkan Lurah, memang ada salah satu warga memohon hak pakai tanah negara di Kampung tersebut, namun titiknya bukan di lokasi yang saat ini sedang diprotes warga. (NOR/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here