Sumenep, 14 Januari 2020
Limadetik.comOpini: Yant Kaiy.

Sering sekali kita melihat iklan televisi tentang kosmetika. Ada bedak kecantikan dalam jangka waktu beberapa minggu bisa membuat wajah pemakainya terlihat putih. Otak manusia sekarang kan banyak yang pintar. Tapi kenapa orang menjadi terbujuk dan percaya dengan iklan itu. Buktinya produk kecantikan ini laris manis di pasaran.

Dengan bintang iklan cantik, muda, tenar, banyak fansnya, dan tentu kulitnya putih menjadi senjata objek promosi. Iklan gencar terus tayang. Bahkan bukan hanya satu merek, produk serupa berbeda perusahaan pun ikut meramaikannya. Ini satu tanda perusahaan telah merasakan efektifitas tentang promosi.

Tangkapan layar faceebok komunitas  Achmad Fauzi

Andai bintang iklannya dari orang kulit hitam, tentu ceritanya berbeda. Dan kalau memang benar produk kosmetika itu bisa memutihkan atau mencerahkan kulit, kenapa perusahaan tidak memakai bintang iklan orang dari Benua Afrika? Ini berarti iklan itu gombal. Walau begitu, kenapa diantara kita banyak percaya?.

Inilah arti pentingnya sebuah promosi. Daya gedor iklan kontinyu dari beberapa lini merupakan ujung tombak untuk melindas pesaing yang ada. Memanfaatkan ruang media secara berkesinambungan barangkali akan mempengaruhi mindset mereka, sehingga mereka “terseret” ke perangkap yang telah kita buat.

Foto tangkapan layar facebook Komunitas Fattah Jasin

Mereka hanyut terbuai, melepaskan akal sehat. Menanggalkan kecerdasannya. Kalaupun mereka dicegah dengan komentar teman, mereka berkelit dengan alasan ingin mencobanya dulu. Dia pun membeli.

Konsep ini tentu telah menyadarkan para calon Bupati Sumenep periode 2020-2024 yang akan bertarung di Pilkada 2020 nanti. Mereka terlihat gencar memposting beberapa foto dan kata-kata di sosial media. Misalnya mereka tampak terlihat di sosial media Facebook mulai memasang jurus rayunya. Ada Dr.Ir.H.RB. Fattah Jasin, M.S (Gus Acing), Komunitass Achmad Fauzi, Ampon Baktona.

Foto; tangkapan layar komunitas facebook Ny.Eva

Fattah Jasin di Facebook memposting kalimat: “Tekad Fattah Jasin Mewujudkan Sumenep Berdaya.” Sedangkan Ahmad Fauzi membuat akun Facebook Komunitass Achmad Fauzi dengan beberapa foto kartun lucu dan menarik. Sedangkan Nyai Hj. Dewi Khalifah,S.H., M.H.,M.Pd.I (Nyai Eva) memasang akun Facebook Ampon Baktona. Nyai Eva mengusung tema: Membangun Sumenep Lebih Maju, Makmur, dan Sejahtera.

Berpromosi di media sosial (sosmed) terlihat seru. Disamping murah meriah, umumnya pemakai sosmed adalah kaum muda. Mungkinkah kaum muda ini akan melepaskan rekam jejak bakal calon Bupati yang akan bertarung? Seperti mereka yang melepaskan akal sehatnya pada produk kecantikan kulit itu? Entahlah.

Yant Kaiy adalah wartawan limadetik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here