Komisioner Panwaskab Sumenep Imam Syafi'i

SUMENEP, Limadetik.com – Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Sumenep dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timurmenyebutkan banyak calon pemilih tidak masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

“Warga yang tidak masuk DPS Pilgub silahkan melaporkan. Kami membuka posko pengaduan di masing-masing Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan),” kata Komisioner Panwas Sumenep, Imam Syafi’i, Rabu (21/3/2018).

Indikator banyaknya calon pemilih yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilbup 2015, tercatat sebanyak 915 ribuan. Sementara, yang masuk DPS pilgub tahun 2018 hanya sekitar 844 ribuan.

Apalagi, sambung pria yang karib disapa Iman, berdasarkan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat, warga wajib KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebanyak 1 juta 100 orang lebih.

“Dengan data ini jelas ada ketimpangan DPS dengan data di Dispendukcapil,” terangnya.

Pihaknya menilai, banyaknya warga yang tidak masuk dalam DPS karena Petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) dibawah naungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bekerja dengan maksimal.

“Kalau pun ada data ganda dan orang yang sudah meninggal yakin tidak sampai berkurang sekitar 60 ribu lebih dari data pemilih Pilbup Sumenep. Apalagi dibandingkan dengan perkembangan data wajib KTP di Capil,” tukasnya. (Hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here