BANGKALAN, limadetik.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, bersama PHE WMO sebagai pengelola pada 1 Agustus 2019 nanti akan meresmikan Taman Pendidikan Mangrove (TPM) yang terletak di Desa Labuhan, Kecamatan Sepuluh.

Sebagaimana diketahui selama ini tanah yang dijadikan TPM tersebut berdasarkan keterangan dan pengakuan sekretaris Desa Labuhan, Tohari menuturkan bahwasanya tanah tersebut masih menjadi lahan yang disengketakan.

Sengketa tanah di lokasi TPM yang saat ini berdiri itu masih milik saudara Tambri warga Labuhan. Sedangkan menurut kepala desa setempat tanah tersebut berstatus Tanah Negara (TN).

“Belum ada rembuk sampai saat ini dengan masyarakat desa oleh pihak Pertamina atau pemerintah untuk tindak lanjutnya seperti apa” kata Tohari saat ditemui, Selasa (23/07/2019).

Padahal kata Tohari pada tanggal 1 Agustus 2019 mendatang Bupati Bangkalan akan ke sepuluh dengan agenda menyambang desa Labuhan.

“Bukan peresmian. Karena di bawah sering terjadi konflik akibat permasalahan ini,” Tegasnya saat ditemui.

Sementara itu, Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron mengatakan akan meresmikan destinasi mangrove dalam waktu dekat ini.

“Dalam waktu dekat ini ya, Insya Allah pada 1 Agustus 2019 akan dilakukan peresmian dan nanti sekitar jam 01.00 wib akan dirapatkan dengan pihak Pertamina,” kata Ra Latif usai melantik Pejabat Struktural di Pendopo Agung.

Terkait sengketa lahan yang dimaksud, menurut Ani Surahman selaku General Manager PHE WMO menjelaskan bahwa destinasi sudah tidak ada permasalahan lagi.

Pihak PHE WMO memastikan jika tidak ada permasalahan lagi dan sengketa tanah di bawah sudah selesai, hal itu dilakukan dengan mediasi melalui Bupati dan saat ini keadaan sudah kondusif.

“Jadi seluruh masyarakat akan hadir menyaksikan peresmian nya nanti tanggal 1 Agustus 2019 akan kita resmikan bersama Pemkab Pangkalan” Ujarnya saat dimintai keterangan. (ron/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here