BANGKALAN, limadetik.com — Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan penandatangan Nota Kesepahaman yang memuat pengembangan kluster Jagung Madura.

Dalam penandatanganan itu nantinya UTM akan mengembangkan kualitas jagung dengan lahan seluas 30 Hektar yang tersebar di Desa Duko Tambin dan Banyu Besi Kecamatan Tragah yang melibatkan hampir 60 Petani Jagung.

Rektor UTM Muh Syarif mengatakan, kampus akan selalu menyiapkan inovasi-inovasi. Pengembangan Studi kekinian, seperti pengembangan program studi garam hulu hilir jagung Jawa Timur ada di Bangkalan.

“Petani tidak hanya mendapatkan bantuan bibit tetapi juga pada penjualan nanti,” trangnya, Senin (5/8/2019).

Pengembangan kluster jagung tersebut nantinya akan didukung penuh oleh Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur. Ifti Ahmad Johansyah selaku Direktur BI wilayah Jawa Timur mengungkapkan pihaknya akan menyalurkan bantuan berupa alat dan sarana pendukung yang lain.

“Mudah mudahan bisa bersinergi ke depan nya, dalam hal ini kita akan masuk ke jagung,” jelasnya.

Bantuan itu diharapkan dapat menururkan, impor jagung dari tahun 2011, sehingga menurutnya keseimbangan rupiah tidak tergantung pada asing.

“Oleh karena itulah kita ingin menstabilkan jagung. Minimal mengurangi impor jagung,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron berterimakasih kepada BI dan UTM, Ra Latif Sapaan Akrabnya berharap Dengan adanya penandatangan ini masyarakat Bangkalan dapat terbantu.

“Semoga dengan penandatangan nota kesepagaman ini, masyarakat benar-benar manfaat pada Rakyat,” ungkapnya. (ron/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here