JAKARTA, limadetik.com — Dalam rangka haul KH. Abdul Wahab Hasbullah ke-48 yang dilaksanakan pada hari Sabtu (12/10/2019). Acara yang digelar di Jalan Kramat Lontar Jakarta Pusat ini dihadiri oleh Arsul Sani (Wakil Ketua MPR RI) Habib Salim bin Shalahuddin bin Jindan (Otista Jakarta Timur), Habib Muhammad bin Ali bin Abdurrahman (Tebet Jakarta Selatan), KH Wafiyul Ahdi (Jombang) dan KH Qosim (Depok Jawa Barat).

Dalam acara tersebut juga turut hadir tamu-tamu kehormatan dari pimpinan lembaga Negara, TNI/Polri, partai politik, Tokoh Ormas dan lintas profesi.

Acara yang bertemakan “Hubbul Wathon Minal Iman, Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah” ini juga dihadiri oleh perwakilan dari PWNU DKI Jakarta, PCNU dan MWC NU se-DKI Jakarta, Majlis Taklim se Jabodetabek, Alumni Pondok Pesantren Tambakberas serta masyarakat umum.

Gema lantunan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon oleh para hadirin bersama putra-putri KH Abdul Wahab Chasbullah yang hadir di lokasi acara, Nyai Hajjah Machfudhoh Ali Ubaid, Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim, Nyai Hajjah Mundjidah Wahab, KH. M Hasib Wahab dan KH. M Roqib Wahab.

Ibu Nyai Hajjah Machfudhoh Aly Ubaid memberikan sambutan yang pertama sekaligus menceritakan sekilas perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah “Kia Wahab sebagai motor pergerakan nasional dari kalangan pesantren bukan legitimasi buta karena karakter penggerak sudah melekat pada dirinya. Bersama para kiai lain dari berbagai daerah, Kiai Wahab selalu mampu mengondisikan persoalan bangsa dan agama dengan karakter yang kokoh”.

Dalam tataran keilmuan, beliau sangat mengusai bidang ilmu apapun. Hingga tak ada yang mampu menang ketika berdebat dengan beliau. Seperti yang disampaikan oleh KH Hasib Wahab “Beliau tidak pernah kalah ketika berdebat dalam forum apapun dan dengan siapapun. Dr. Soetomo itu tak pernah mau berdebat dengan Kiai Wahab”.

Dalam mewujudkan masyarakat yang punya sikap toleransi dan menjalin kerukunan agar terwujud kemaslahatan bangsa, negara dan agama beliau tak pernah berhenti untuk berjuang. Gus Hasib menjelaskan “Beliau tidak hanya menjadi tokoh dari Nahdlatul Ulama’ tapi juga tokoh dan pahlawan indonesia.”

“Lebih dari itu, melalui berbagai studi yang telah dilakukan oleh para peneliti sejarah. Beliau juga tokoh dari ASEAN dan dunia terutama untuk Saudi Arabia, karena kontributor dan sumbangsih beliau begitu besar terhadap kerukunan umat beragama dan beliau merupakan seorang konseptor handal. Banyak konsep-konsep mengenai “khoirunnas anfa’uhum linnas” yang beliau telurkan” terangnya.

Habib Salim bin Shalahuddin bin Jindan mengatakan, bahwa dirinya salah seorang yang meminta kepada keluarga Kiai Wahab agar tahun ini haul Kiai Wahab digelar di Jakarta. Menurut Habib Salim, bukan tanpa alasan dia meminta Haul Kiai Wahab Chasbullah di Jakarta, melainkan untuk memperkuat kembali persatuan para habib dan ulama agar sama-sama bersatu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pada masanya Kiai Wahab sering berdiskusi dan bekerjasama dengan para habaib dalam menyelesaikan masalah kebangsaan. Bahwa hubungan Nahdlatul Ulama dengan para habaib di Jakarta sangat dekat dan harmonis dalam memperjuangkan nilai-nilai agama dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme” paparnya.

Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim, selaku shahibulbait berharap Haul KH Abdul Wahab Chasbullah bisa digelar secara rutin di Jakarta karena selain banyaknya alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, juga masyarakat ibukota perlu terus mendapat informasi dan teladan dari Kiai yang telah berjuang selama tiga zaman (zaman merebut kemerdekan, zaman mempertahankan kemerdekaan (Orde lama) dan zaman (orde baru). (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here